Empat Alasan Rokok Tingkatkan Risiko Terjangkit Covid-19

    Cindy - 19 Mei 2020 17:16 WIB
    Empat Alasan Rokok Tingkatkan Risiko Terjangkit Covid-19
    Ilustrasi rokok. Medcom.id/Rakhmat Riyandi
    Jakarta: Merokok dapat meningkatkan risiko terjangkit virus korona (covid-19). Merokok juga meningkatkan risiko kematian akibat virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Tiongkok tersebut.

    Berikut penjelasan Ketua Pengurus Harian Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto soal empat penyebab merokok buat covid-19 semakin berbahaya:
     

    1. Menurunkan imunitas

    "Pertama, merokok menyebabkan terganggunya gangguan imunitas saluran napas dan paru akibat asap rokok," kata Agus dalam diskusi virtual 'Dampak Bahaya Rokok Tembakau Berlipat dalam Situasi Pandemi Covid-19', Selasa, 19 Mei 2020.

    Agus mengatakan kemampuan imunitas tubuh melawan infeksi virus dan bakteri bakal menurun akibat kandungan dalam rokok. Terutama nikotin yang dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernafasan dan memperlambat penyembuhan luka.

    "Nikotin menganggu migrasi sel leukosit. Sel-sel leukosit itu seharusnya bermigrasi membunuh bakteri atau jamur tapi dengan adanya nikotin, sel lifosin itu terganggu," ucap dokter yang bekerja di RS Persahabatan itu.

    Sistem imunitas yang menurun, kata dia, mengakibatkan covid-19 berkembang biak lebih banyak. Hal ini menyebabkan infeksi lebih berat dan dapat berujung pada kematian.
     

    2. Memperbesar 'penangkap' virus

    Merokok meningkatkan reseptor ACE2 (angiotensinconverting enzyme-2). ACE2 merupakan enzim di membram luar paru yang menjadi akses masuknya virus korona.

    Berdasarkan riset peneliti Kanada, perokok aktif memiliki 2,77 kali peningkatan reseptor ACE2.
     

    3. Meningkatkan risiko penyakit kronis

    Merokok, kata Agus, meningkatkan risiko penyakit kronik seperti gagal jantung, hipertensi, jantung koroner, diabetes, kanker dan lain-lain. Menurut Agus, hal ini dapat menimbulkan faktor risiko covid-19 bahkan infeksi lebih berat dan meningkatkan risiko kematian.

    "Data pasien di RS persahabatan, terlihat ada 63 persen penderita covid-19 ternyata memiliki penyakit kronik. Bahkan kasus kematian lebih banyak karena penyakit kronik antara 40-60 persen," papar Agus.
     

    4. Meningkatkan risiko virus masuk tubuh

    Merokok meningkatkan risiko infeksi akibat memegang rokok dan mulut secara berulang. Virus korona mudah masuk ke dalam saluran pernafasan akibat merokok.

    "Saat ini merupakan waktu terbaik untuk berhenti merokok untuk melindungi diri dari infeksi covid-19," tandas Agus. 



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id