Hal yang Dirindukan selama Covid-19

    Sunnaholomi Halakrispen - 16 Mei 2020 17:10 WIB
    Hal yang Dirindukan selama Covid-19
    Banyak orang berbagi cerita tentang apa yang paling mereka rindu selama covid-19. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Banyak orang berbagi cerita tentang apa yang paling mereka rindu selama covid-19. Selain itu, juga hal-hal yang dinanti untuk dilakukan setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir.

    Salah satunya, jarak sosial. Sebagian besar negara di bawah perintah tinggal di rumah atau berlindung di tempat untuk membantu menekan angka penyebaran covid-19. Namun, terlepas dari pengetahuan bahwa kita melakukan bagian kita untuk membantu orang lain, itu berisiko memberi jarak terhadap teman, keluarga, serta kegiatan favorit.

    Selain soal jarak sosial, orang juga berharap bisa kembali menikmati akhir pekan mereka. Bagi Ashleigh Whitby, akhir pekan lajang di Miami merupakan hal yang membuatnya bersemangat melalui karantina diri.

    "Dengan segala tekanan perencanaan pernikahan dan sekarang coronavirus, aku tak sabar untuk melakukan dekompresi dengan teman-teman terbaikku di pantai," ucapnya dikutip dari Reader's Digest.

    Whitby sangat senang melihat teman-teman lamanya, banyak dari mereka yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu karena jarak. Meskipun ia telah melakukan perjumpaan melalui aplikasi video call atau bertemu secara virtual. Masih banyak lagi hal lain yang dinantikan orang-orang.

    1. Pergi ke bioskop

    "Saya tahu ini terdengar sangat sederhana, tetapi jujur, saya sangat tidak sabar ingin menonton film lagi, di bioskop," aku Phil Kim, guru di Virginia.

    Bagi Kim, yang biasanya pergi ke bioskop sebulan sekali dengan pacarnya, bagian terpenting adalah berada di teater dengan penonton di sekelilingnya. Ia berharap bisa kembali melakukan hal yang disukainya itu meskipun harus menjaga jarak 2 meter dari orsng lain.

    2. Kembali normal

    Lianne Farbes yang tinggal di Virginia hanya ingin kembali ke kondisi normal. Ia sangat menantikan rutinitasnya kembali. Orang yang bangun pagi dengan matahari sebelum akhirnya pergi ke pekerjaannya sebagai spesialis merek kecantikan, Farbes menikmati rutinitas sebelumnya.

    "Saya pergi ke gym pukul 08:30. Rabu hingga Jumat saya biasanya di dalam toko di salah satu pengecer produk saya, dengan sekitar 13 toko yang saya kunjungi setiap bulan, jadi saya selalu ada di sekitar orang lain," tutur Farbes.

    Dia tidak hanya ketinggalan melihat orang yang dia kenal, tetapi lebih dari itu, dia merindukan orang-orang. Sebab, baginya, sulit jika hanya bertemu secara virtual atau dengan video call.
    "Pekerjaan saya adalah menghadapi pelanggan, jadi saya harus bertemu orang-orang baru setiap hari, yang saya tidak menyadari betapa saya akan sangat merindukannya sekarang setelah hilang," jelasnya.

    3. Memperkenalkan kakek-nenek kepada bayi mereka

    Setelah pindah dari California kembali ke Kentucky di tengah-tengah pandemi, Robin Phelps tidak bisa menunggu putrinya yang masih bayi bertemu dengan kakek-neneknya. Padahal, ia sangat berharap bisa memperkenalkan bayinya.

    "Aku sangat menantikan untuk membiarkan kakek dan nenek menggendong bayiku yang belum pernah mereka temui," ucapnya.

    Meskipun sudah kembali ke Kentucky selama lima minggu, beberapa keluarga Phelps belum bertemu bayi yang baru lahir. Padahal biasanya, ia sudah ada di rumah orang tuanya setiap minggu.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id