Menelan Biji Cabai Bisa Usus Buntu?

    Kumara Anggita - 29 Februari 2020 16:06 WIB
    Menelan Biji Cabai Bisa Usus Buntu?
    Selama ini banyak orang mengatakan bahwa orang yang suka makan cabai (termasuk bijinya) lama-lama akan terkena usus buntu. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Usus buntu terjadi karena berbagai faktor salah satunya adalah dari apa yang dikonsumsi. Selama ini banyak orang mengatakan bahwa orang yang suka makan cabai (termasuk bijinya) lama-lama akan terkena usus buntu. Hal ini membuat anak jadi dihindarkan dari konsumsi yang mengandung cabai.

    Apakah hal ini benar? Berikut penjelasannya lebih lanjut oleh Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastroenteropologi Hepatilogi Anak RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, dr. Frieda Handayani K., Sp. A (K).

    Menurutnya Apendisitis (radang usus buntu) serupa dengan seseorang yang sedang berjalan dan mentok di jalanan buntu. Hal ini disebabkan oleh adanya makanan atau tinja yang masuk di usus buntu sehingga terjadinya peradangan.

    Ini terjadi karena bentuk dari usus seseorang atau  gaya hidup. Misalnya orang yang mengonsumsi santen, berlemak, gorengan. Makanan ini lama bertransit di dalam usus. Hal ini membuat kontraksi usus melambat yang membuat risiko usus buntu membesar.

    Namun apakah biji cabai termasuk makanan yang juga berperan membuat masalah gangguan cerna ini muncul? Dokter Fierda mengungkapkan bahwa hal ini tidak terlalu benar.

    “Makan bubuk cabai, biji cabai dan semacamnya itu memang bisa membuat peradangan di seluruh lapisan saluran cerna mulai lambung, radang di usus besar dan usus halus. Ini akibat dari  ketidakseimbangan antara faktor pelindung (protektor) dan faktor penyerang (agresor).  Namun  tak secara langsung (biji cabai) nyangkut dan bikin usus bantu,” ungkapnya di Seribu Rasa Menteng, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.

    Untuk mengurangi risiko usus buntu maka perlu untuk mulai konsumsi makanan dan minuman yang sehat.

    “Makan makanan yang tak menimbulkan slow transit, jadi cepat dibuang dari saluran cerna. Ini seperti air, makanan yang mengandung serat cukup. Bukan yang tinggi atau berlebihan ya. Konsumsi juga buah, sayur, laktosa yang seimbang. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berlemak seperti santan, gorengan,” ujarnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id