Apakah Membuka Masker di Tempat Observasi Virus Korona Aman?

    Kumara Anggita - 05 Februari 2020 18:55 WIB
    Apakah Membuka Masker di Tempat Observasi Virus Korona Aman?
    Apakah membuka masker saat dalam observasi berbahaya? Berikut informasinya. (Foto: Dok. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI)
    Jakarta: Masker saat ini menjadi barang yang sangat diminati lantaran sudah diumumkannya ancaman dari virus korona. Tetapi jika dalam observasi ada saat membuka maskernya, apakah ini berbahaya? Mengingat masker adalah salah satu alat untuk menghindari penularan virus korona. Lantas apakah hal ini aman untuk dilakukan?

    Menurut Pulmonologis (ilmu kedokteran penyakit dalam, yang mencakup pengobatan penyakit yang menyerang sistem pernapasan) dr. sita Laksmi Andarini, Ph.S, Sp.P (K), dari MRCCC Siloam, melepas masker saat senam bukanlah sebuah masalah.

    Ini karena virus korona tidak tertular semudah itu. Apalagi melihat kondisi Indonesia yang udaranya kurang mendukung perkembangan virus korona.

    “Virus itu membutuhkan mahluk hidup atau sel hidup untuk berkembang biak. Kalau di udara bebas, dia akan hidup lama kalau di udara dingin atau di kelembapan rendah. Sementara, di Indonesia kelembapannya suhunya tinggi jadi virusnya mati. Kalau udara bebas sekitar 15 menit virusnya juga mati. Kalau di udara bebas dia hanya bisa menular dengan jarak satu meter,” ujarnya pada Medcom.id di Jakarta, Rabu, 5 Februari 2019.

    Oleh karena itu, Anda tidak perlu khawatir. Yang penting Anda tetap menjaga kesehatan agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

    “Tidak ada pengaruh. Lagi pula mereka dalam keadaan sehat. Risikonya sangat rendah. Selama dia berjauhan di udara bebas, virusnya mati. Tak masalah,” ungkapnya.

    Menurut data dari Worldometers info coronavirus pukul 10:55 pagi, hingga Rabu, 5 Februari 2020 sudah ada 24,623 kasus terinfeksi virus korona, 493 meninggal dunia, dan 990 recovery.

    "Dirjen WHO meminta kita tetap tidak panik. Harus tetap waspada untuk melakukan upaya yang terukur. Semua harus mengikuti protokol kesehatan dari WHO yang bersifat rigid,” ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id