Pemerintah Bakal Manfaatkan Mesin TCM untuk Deteksi Covid-19

    Sunnaholomi Halakrispen - 02 April 2020 10:56 WIB
    Pemerintah Bakal Manfaatkan Mesin TCM untuk Deteksi Covid-19
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Pemeriksaan covid-19 (new coronavirus) di Indonesia selama ini dilakukan dengan Polymerase Chain Reaction (PCR), kemudian dengan rapid test. Nantinya, pemerintah akan memanfaatkan mesin TCM (tes cepat molekuler) untuk memeriksa orang dengan gejala covid-19.

    "Kita akan melakukan dalam waktu dekat untuk memanfaatkan mesin pemeriksaan TB PCM yang selama ini tersebar di 320 rumah sakit dan puskesmas terpilih," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Rabu, 1 April 2020.

    Yuri, sapaannya, menyatakan bahwa covid-19 merupakan permasalahan serius yang harus ditangani secara integrasi. TCM sendiri sebelumnya digunakan sebagai mesin pendeteksi penyakit tuberkulosis (TBC) dan tingkat akurasinya bisa hampir mencapai 100 persen.

    Nantinya, untuk dapat melakukan pemeriksaan covid-19, TCM akan dikonversi dengan catridge yang disediakan khusus. Lantaran persiapan yang masih dilakukan, pemeriksaan covid-19 dengan TCM belum bisa diterapkan saat ini.

    "Untuk itu penjajakan ini tentu tidak mudah karena pasti membutuhkan perubahan pada setting mesin (termasuk menyiapkan catridge) dan melatih SDM (sumber daya manusia) dan juga catridge-nya," paparnya.

    "Meskipun demikian, kami optimis pemeriksaan covid-19 dengan TCM bisa dilakukan di minggu ini. Kami harap pada hari ini dan paling lambat besok sudah masuk catridge untuk melakukan uji coba mesinnya," tambahnya.

    Apabila TCM sudah bisa digunakan, nantinya hasil pemeriksaan covid-19 bisa lebih cepat. Sebab, tidak lagi memakan waktu dalam pengiriman spesimen ke laboratorium. Melainkan, di rumah sakit atau puskesmas yang menjadi lokasi pemeriksaan covid-19 dengan TCM.

    "Ini akan memperpendek lagi jarak spesimen ke laboratorium yang kita tentukan. Lebih cepat lagi kita lakukan pemeriksaan," pungkasnya.

    Sementara itu, jumlah pasien positif covid-19 bertambah 149 orang, sehingga totalnya 1677 kasus per Rabu, 1 April 2020. Kasus sembuh bertambah 22 orang dengan total menjadi 103 orang, sedangkan angka kematian dari pasien positif bertambah 21 jadi 157 orang.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id