Flu Babi Berisiko Pandemi, Kemenkes: Belum Ada Kasus di Indonesia

    Sunnaholomi Halakrispen - 09 Juli 2020 13:27 WIB
    Flu Babi Berisiko Pandemi, Kemenkes: Belum Ada Kasus di Indonesia
    Kemenkes RI menekankan belum ada kasus flu babi di Indonesia. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Sejumlah peneliti menemukan virus G4 atau Genotip 4 yang bisa ditularkan melalui babi dan dinyatakan bahwa virus ini berpotensi pandemi. Sementara, Kementerian Kesehatan RI menekankan belum ada kasus flu babi di Indonesia.

    "Di Indonesia belum ditemukan, baik di babi maupun di manusianya," ujar Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, dalam webinar Kewaspadaan Menghadapi Flu Babi, Kamis, 9 Juli 2020.

    Virus flu babi jenis baru ini diyakini bisa menjadi pandemi atau virus yang mewabah di banyak negara, menurut studi yang dipublikasikan U.S Scientific journal PNAS. Dinamai G4, secara genetik diturunkan dari strain H1N1 yang menyebabkan pandemi pada tahun 2009.

    Dilansir dari CBS News, World Health Organization (WHO) masih akan membaca lebih dalam mengenai studi virus flu babi baru (G4) tersebut. Juru bicara WHO juga menekankan kepada dunia untuk tidak menurunkan perlindungan terhadap influenza. 

    "Komunitas medis global harus tetap waspada dan melanjutkan pengawasan, bahkan di tengah pandemi covid-19," tutur perwakilan WHO, Christian Lindmeier.

    Virus jenis baru

    Sebelumnya, dari 2011 hingga 2018, para peneliti di Tiongkok tersebut mengambil 30.000 sampel swab dari babi yang ada di rumah pemotongan hewan yang tersebar di 10 provinsi di Tiongkok dan di rumah sakit hewan. Hasilnya, ditemukan adanya virus jenis baru yang ditemukan pada babi sejak 2016.

    Para peneliti kemudian melakukan berbagai percobaan termasuk kepada musang, yang memang banyak digunakan dalam studi flu karena mereka memiliki gejala yang mirip dengan manusia terutama demam, batuk, dan bersin.

    Setelah dilakukan pengamatan, disimpulkan bahwa G4 adalah virus yang sangat menular dan bisa bereplikasi dalam sel manusia dan menyebabkan gejala yang lebih serius pada musang dibandingkan virus lainnya. 

    Tes tersebut juga menunjukkan bahwa kekebalan yang didapat dari flu biasa tidak memberikan perlindungan terhadap G4.

    Virus tersebut juga telah berpindah dari hewan ke manusia. Tetapi, belum ada bukti bahwa virus itu dapat ditularkan dari manusia ke manusia yang merupakan kekhawatiran utama dari para ilmuwan Tiongkok.

    (TIN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id