Penyebab Anak Kejang Demam dan Cara Menanganinya

    Medcom - 10 September 2019 13:24 WIB
    Penyebab Anak Kejang Demam dan Cara Menanganinya
    Anak-anak dengan usia antara 3 bulan hingga 6 tahun bisa mengalami Kejang Demam (Foto: Wayne Evans/Pexels)
    Orang tua paling mengetahui kondisi anaknya. Saat kondisi anak tak seperti biasanya, menguraikan gejala adalah bagian penting. Jangan panik dan tetap tenang jika anak mengalami kejang demam.

    Jakarta: Kejang demam merupakan hal yang mengerikan bagi orang tua. Terlebih lagi jika hal itu terjadi pada sang Anak. Orang tua harus segera bertindak untuk menguraikan gejala dan memeriksakan si kecil ke dokter.

    Jika anak Anda pernah mengalami kejang demam, itu mungkin hal yang tak akan pernah Anda lupakan. Sesaat kejang itu terlihat menakutkan, namun biasanya tidak ada efek jangka panjang.

    Dokter pun tidak yakin pemicu kejang demam, namun itu bisa saja terjadi ketika suhu tubuh meningkat hingga 38 derajat celsius atau lebih. Selain itu, kejang mungkin disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh yang cukup cepat.

    Ketika hal itu terjadi, Anda kemungkinan akan melihat anak kejang, kemudian merasa bahwa si kecil sangat kepanasan. Itu mungkin indikasi pertama anak Anda sakit.

    Berapa usia anak yang rentan mengalami kejang demam?

    Anak-anak dengan usia antara 3 bulan hingga 6 tahun bisa mengalaminya. Tetapi, paling umum hal ini dialami oleh balita antara 12 hingga 18 bulan. Setelah berusia 6 tahun biasanya anak mampu mengatasi hal itu.

    Kejang demam pada anak juga bisa dipicu jika anggota keluarga Anda memiliki riwayat penyakit yang sama.

    Apa saja gejala kejang demam?

    Gejala yang terjadi tergantung pada jenis kejang demam yang dialami sang anak.

    Pertama adalah kejang sederhana. Kejang ini merupakan yang paling umum dan biasanya berakhir dalam satu atau dua menit. Namun tidak menutup kemungkinan, itu juga bisa bertahan selama 15 menit.

    Gejala yang terjadi meliputi:
    - Kejang-kejang diikuti gemetar dan kedutan di seluruh tubuh
    - Demam 38 derajat celsius atau lebih besar
    - Kondisi mata memutar atau eye-rolling
    - Tidak responsif
    - Mengerang
    - Kehilangan kontrol usus atau kandung kemih
    - Lidah atau mulut berdarah karena menggigit

    Selama beberapa jam setelah hal itu dilalui, Anak Anda mungkin merasa mengantuk, mudah marah, rewel, atau bingung.

    Selain kejang sederhana, ada juga kejang kompleks. Kejang Ini jarang terjadi dan sekalinya terjadi bisa bertahan lebih dari 15 menit, bahkan ini dapat terjadi beberapa kali dalam sehari.

    Ketika mengalami kejang kompleks, hanya satu bagian dari tubuh anak Anda yang dapat bergerak atau bergetar. Setelah itu, lengan atau kakinya mungkin terasa lemah.

    Kejang demam kompleks merupakan masalah yang serius. Lebih baik segera lakukan pemeriksaan tambahan atau dirawat di Rumah Sakit.

    Apa pemicu kejang demam?

    Kejang demam rentan dialami oleh anak yang suhu tubuhnya meningkat hingga 38 derajat celsius dan berusia di bawah enam tahun. Berikut alasan paling umum penyebab kejang demam seperti dikutip webmd.

    - Infeksi

    Jika anak Anda terkena infeksi bakteri atau virus, ia mungkin mengalami peningkatan suhu tubuh. Infeksi roseola, sering menjadi penyebab demam cepat meningkat.

    - Vaksinasi

    Demam juga dapat disebabkan dari beberapa imunisasi, terutama imunisasi campak, gondok dan rubela (MMR). Suhu anak Anda mungkin meningkat selama 8 hingga 14 hari setelah penyuntikan.

    Apa yang harus Anda lakukan?

    Pertama-tama tetaplah tenang dan bertindak cepat untuk mencegah cedera pada anak. Lakukan hal-hal berikut ketika anak kejang demam.

    - Pindahkan anak Anda ke tempat yang aman seperti lantai agar ia tidak terjatuh.
    - Letakkan anak Anda dengan posisi miring agar dia tidak tersedak air liur atau muntah.
    - Jangan memasukkan apa pun ke mulut anak Anda, termasuk makanan, minuman ataupun obat.
    - Jangan menahan pergerakan atau mencoba mengendalikan kejang-kejang.
    - Setelah selesai segera hubungi dokter atau bawa si kecil ke Rumah Sakit terdekat untuk segera diperiksa.

    Beberapa anak, terutama bayi di bawah 12 bulan, mungkin memerlukan tes medis untuk memastikan demam tidak disebabkan oleh meningitis atau infeksi serius pada lapisan otak.

    Namun demikian, Anda harus tetap waspada dan segera menghubungi panggilan darurat 112 jika terjadi hal-hal sebagai berikut:

    - Anak mengalami kejang lebih dari lima menit, dan kesulitan bernapas atau membiru.
    - Hanya satu bagian tubuh yang tersentak atau bergerak-gerak.
    - Anak Anda bertingkah aneh satu jam atau lebih setelahnya.
    - Dia terlihat dehidrasi.
    - Terjadi kejang lagi dalam 24 jam.

    Apakah kejang demam bisa terjadi lagi?

    Sekitar 35 persen anak-anak yang mengalami kejang demam akan mengalaminya lagi dalam satu atau dua tahun. Anak-anak di bawah 15 bulan berpotensi lebih besar mengalami kejang demam lagi.

    Namun hal itu tidak selalu terjadi ketika sang Anak berada pada suhu seperti pertama kali mereka kejang. Kejang demam sederhana seharusnya tidak menimbulkan konsekuensi jangka panjang.

    Sandra Odilifia



    (FIR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id