Penyandang Autisme Bisa Jadi Komponis hingga Presiden

    K. Yudha Wirakusuma - 09 Juli 2019 15:29 WIB
    Penyandang Autisme Bisa Jadi Komponis hingga Presiden
    Ilustrasi--Foto: Time
    Bagi Anda yang memiliki anak penderita autisme tak perlu berkecil hati. Sebab, penderita autisme selain memiliki kekurangan juga memiliki kelebihan. Bahkan penderita autisme bisa menjadi tokoh dunia.


    Jakarta: Banyak pihak yang memandang sebelah mata penderita autisme. Autis adalah
    kelainan perkembangan sistem saraf. Kebanyakan penderita autisme disebabkan faktor hereditas.

    Disitat dari berbagai sumber, autisme bukanlah penyakit kejiwaan. Autisme adalah gangguan yang terjadi pada otak sehingga menyebabkan otak tersebut tidak dapat berfungsi selayaknya otak normal dan hal ini termanifestasi pada perilaku penyandang autisme.

    Dilansir dari Metro TV berjudul 'Deretan Tokoh Dunia Penyandang Autisme', penderita Autisme pun bisa berbuat banyak, setelah mendapat terapi Autisme sedini. Bahkan faktanya penderita autisme pun banyak yang menjadi tokoh dunia yang dikenal jenius. Berikut beberapa penderita autisme yang  menjadi tokoh dunia.

    1. Wolfgang Amadeus Mozart

    Mozart bernama asli Johannes Chrysostomus Wolfgangus Gottlieb Mozart. Dia adalah seorang komponis dan dianggap sebagai salah satu dari komponis musik klasik Eropa yang terpenting dan paling terkenal dalam sejarah.

    Karya-karyanya berjumlah sekitar 700 lagu termasuk gubahan-gubahan yang secara luas diakui sebagai puncak karya musik simfoni, musik kamar, musik piano, musik opera, dan musik paduan suara. Contoh karyanya adalah opera Don Giovanni dan Die Zauberflöte.

    Banyak dari karya Mozart dianggap sebagai repertoar standar konser klasik dan diakui sebagai mahakarya musik zaman klasik. Karya-karyanya diurutkan dalam katalog Köchel-Verzeichnis.

    Mozart diketahui kesulitan berkomunikasi dengan orang lain. Pendengarannya sensitif pada suara keras dan ramai. Mozart juga memiliki kebiasaan aneh dengan menggerak-gerakan kaki dan tangan. Serta membuat ekspresi yang aneh saat berbicara dengan orang lain.

    2. Thomas Jefferson

    Thomas Jefferson adalah Presiden Amerika Serikat yang ketiga dengan masa jabatan dari tahun 1801 hingga 1809. Ia juga seorang Pencetus Deklarasi Kemerdekaan (1776) dan bapak pendiri Amerika Serikat.

    Thomas Jefferson adalah seorang filsuf politik yang gencar mendukung paham kebebasan liberal (liberalism), paham republik, dan pemisahan antara negara dan agama. Thomas Jefferson jugalah yang membuat desentralisasi pemerintahan di Amerika Serikat.

    Sebelum menjadi presiden, Thomas Jefferson juga pernah menjadi, antara lain:

    -  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat negara bagian Virginia (1776-79)
    -  Gubernur Virginia pada 1779 pengganti Patrick Henry, dan dipilih kembali pada tahun 1780   namun mengundurkan diri pada tahun 1781 dikarenakan serangan tentara Inggris pada Virginia. Pada masa jabatannya ini ia menulis statuta tentang kebebasan beragama (The Statute of Religious Freedom)
    - Duta Amerika untuk Perancis (1785-89)
    - Menteri Luar Negeri di bawah Presiden George Washington pada tahun 1789.

    Thomas Jefferson diketahui tak suka berbicara dengan orang lain, lebih suka menulis surat. Jefferson  juga memiliki gaya eksentrik, seperti memaki selop saat rapat.

    3. Nikola Tesla

    Nikola Tesla adalah penderita autisme yang jenius. Dia adalah seorang penemu, fisikawan, teknisi mekanika, dan teknisi listrik Serbia-Amerika. Ia terkenal berkat kontribusinya dalam mendesain sistem kelistrikan arus bolak-balik.

    Pada tahun 1890an, Tesla mencoba untuk mengembangkan penerangan nirkabel dan distribusi tenaga listrik nirkabel dalam percobaan tenaga berfrekuensi tinggi di New York dan Colorado Springs. Pada tahun 1893, ia mengatakan bahwa ada kemungkinan dalam pembuatan komunikasi nirkabel dengan alat buatannya. Tesla mencoba untuk membuatnya menjadi nyata dalam proyek Wardenclyffe Tower, sebuah pemancar tenaga dan komunikasi nirkabel antarbenua, namun kehabisan dana sebelum sempat menyelesaikannya.

    Tesla memiliki karakter autisme yaitu sulit berkomunikasi dengan orang dan tidak ingin masuk ke ruangan jika nomor ruangan tersebut tak bisa dibagi tiga.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id