Tempe vs Tahu, Manakah yang Lebih Baik?

    Raka Lestari - 14 Oktober 2019 13:18 WIB
    Tempe vs Tahu, Manakah yang Lebih Baik?
    Manakah yang terbaik di antara tempe atau tahu? Berikut informasinya. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Tempe dan tahu sudah terkenal akan manfat kebaikannya. Berasal dari kedelai, tempe dan tahu merupakan pilihan yang tepat untuk kandungan protein yang tinggi.

    Tempe dan tahu juga sering menjadi pilihan bagi mereka yang sedng menjalani diet vegan. Namun di antara keduanya, manakah pilihan yang terbaik tahu ataukah tempe?

    Tahu merupakan pilihan yang populer untuk mengganti daging. Tahu juga memiliki kepadatan yang bervariasi, mulai dari yang bertekstur lembut sampai padat.

    "Tahu diproses dengan mengentalkan susu kedelai tanpa fermentasi agar membeku dan kemudian ditekan sampai berbentuk kotak," ujar Sonya Angelone, RDN (Registered Dietitian Nutritionists).

    "Tahu dianggap sebagai makanan utuh yang diproses secara minimal, tidak seperti banyak produk kedelai yang direkayasa secara genetik."

    Tahu adalah salah satu dari sedikit makanan nabati yang menyediakan sumber protein lengkap. "Tahu memenuhi semua asam amino yang dibutuhkan tubuh Anda untuk membuat otot, hormon, dan antibodi," ujar Karen Ansel, RDN.

    "Plus, secara alami rendah lemak jenuh dan tidak mengandung kolesterol."

    Sedangkan tempe merupakan sumber protein lainnya yang ramah bagi penganut diet vegan, tetapi ada langkah yang membedakannya dari tahu. Untuk membuat tempe, kedelai dimasak, difermentasi, dan kemudian dikemas berbentuk kotak.

    Tempe vs Tahu, Manakah yang Lebih Baik?
    (Menurut nutrisionis Karen Ansel, proses fermentasi membuat tempe lebih baik dalam kandungan nutrisi. Foto: Pexels.com)

    Biji-bijian tambahan seperti beras merah, quinoa, millet (sejenis serealia), biji rami, dan biji wijen, juga bisa masuk ke dalam campuran tempe.

    "Tempe mengandung isoflavanoid seperti daidzen, genistein, asam fenolik, pitosterol, yang dapat menurunkan kolesterol," kata Angelone.

    Fermentasi yang dilakukan untuk membuat tempe membuat tempe lebih mudah dicerna, menurut Angelone.

    "Tempe diproses menggunakan mikroorganisme, seperti jamur yang memfermentasi kedelai," kata Angelone. "Lamanya waktu fermentasi secara langsung dapat memengaruhi manfaat kesehatan. Semakin lama difermentasi maka semakin banyak kandungan antioksidannya."

    Lalu manakah yang terbaik di antara keduanya? Tahu dan tempe berasal dari kandungan yang sama, yaitu kedelai.

    Keduanya juga sangat mirip, namun memang proses fermentasi membuat tempe lebih baik dalam kandungan nutrisi.

    "Tempe memiliki kandungan protein, serat dan vitamin yang lebih banyak dibandingkan tahu," kata Angelone. Itulah sebabnya, menurut Angelone tempe merupakan pilihan yang terbaik dibandingkan tahu.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id