Pneumonia di Wuhan Bisa Menular?

    Sunnaholomi Halakrispen - 19 Januari 2020 06:00 WIB
    Pneumonia di Wuhan Bisa Menular?
    Penyebaran pneumonia misterius di Wuhan, Tiongkok (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Penyebaran pneumonia misterius di Wuhan, Tiongkok, menjadi perhatian dunia. World Health Organization pun masih melakukan investigasi mendalam terkait kasus pneumonia yang belum diketahui secara detail itu.

    Sementara itu, diketahui penyakit tersebut disebabkan oleh Coronavirus dan masyarakat Wuhan yang menjadi korbannya semakin bertambah. Namun, belum dipastikan apakah pneumonia misterius yang terjadi itu bisa menular.

    "Karena masih baru, jadi kita belum pasti apakah ini akan terjadi penularan antar manusia. Karena belum ada kepastian itu, diisolasi dulu pasien yang suspect," ujar Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P (K) selaku Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI) di Rumah PDPI, Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur.

    Pneumonia di Wuhan Bisa Menular?
    (Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P (K) selaku Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PP PDPI) di Rumah PDPI, Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)

    Maka, masyarakat tak perlu khawatir. Meskipun demikian, ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada. Sebab, satu perempuan yang melakukan penerbangan dari Wuhan ke Thailand ditemukan mengidap gejala penyakit pneumonia misterius.

    Kasus seperti itu juga terjadi di negara lain, yakni di Singapura, Hongkong, dan Jepang. Gejala dari pasien yang dicurigai terserang coronavirus pun harus diisolasi.

    "Khawatirnya kalau tidak diisolasi akan menular. Jadi lebih baik pencegahannya didahulukan. Tapi sampai saat ini belum ada bukti yang mengindikasikan bahwa terjadi penularan antar manusia," jelasnya.

    Sementara itu, pneumonia secara umum merupakan infeksi atau peradangan akut yang terjadi di jaringan paru. Penyakit ini rentan ditularkan melalui udara. Terkait kasus yang terjadi di Wuhan, Dr. Erlina menyatakan termasuk new emergency infection disease.

    "WHO saja baru menyelidiki, itu WHO selalu melakukan pengawasan dan diberikan notice sejauh ini seperti apa dan apa yang harus dilakukan," pungkasnya.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id