Bahaya Infeksi Jamur

    Dhaifurrakhman Abas - 27 Juli 2019 09:11 WIB
    Bahaya Infeksi Jamur
    Ilustrasi-- Candida auris merupakan jamur yang dapat membunuh manusia dengan menempel pada tubuh--(Foto: Medical Daily)
    Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), lebih dari sepertiga pasien meninggal. Ini disebabkan  penyakit yang resistan terhadap obat.


    Jakarta:
    Asal-usul misterius infeksi jamur candida auris yang mematikan perlahan terkuak. Diduga pemanasan global menjadi penyebabnya.

    Candida auris merupakan jamur yang dapat membunuh manusia dengan menempel pada tubuh. Jamur ini pertama kali diidentifikasi pada pasien Jepang dengan infeksi telinga pada 2009.

    Kasus serupa kemudian mulai merebak di rumah sakit Asia, Afrika dan Amerika Selatan. Tidak ada hubungan  yang jelas antar pasien. Hal ini membuat misteri besar pada kalangan medis.

    “Misteri terbesar adalah bagaimana Anda berakhir dengan spesies jamur yang sama muncul di tiga benua yang berbeda pada waktu yang sama ketika mereka secara genetik berbeda,” kata Arturo Casadevall, ketua departemen mikrobiologi molekuler dan imunologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat, Johns Hopkins Bloomberg.

    Casadevall lantas melakukan studi candida auris terbaru yang diterbitkan jurnal mBio. Dalam studi tersebut, Casadevall meneliti pola hidup Candida auris dan jenis jamur lainnya. “Kami memperhatikan bahwa kebanyakan dari jamur-jamur tidak dapat bertahan hidup dalam suhu hangat tubuh manusia,” ujarnya.

    Akan tetapi, Casadevall percaya jamur yang mematikan ini telah beradaptasi. Jamur tersebut kini bisa bertahan hidup pada suhu yang tinggi. “Sebagian besar jamur tumbuh baik di suhu kamar. Tetapi hanya sebagian kecil yang dapat mentolerir suhu tubuh manusia,” beber dia

    Casadevall menduga pemanasan global menyebabkan beberapa jenis jamur beradaptasi dengan menembus zona pembatasan termal. Alhasil, candida auris dan spesies jamur lain beradaptasi dengan suhu yang lebih tinggi. “Sehingga jamur tersebut  dapat menginfeksi dan mungkin membunuh manusia,” sambung dia.

    Melansir Time, sejauh ini, kasus infeksi candida auris dilaporkan ada di lebih dari 30 negara, termasuk India, Afrika Selatan dan Rusia. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), lebih dari sepertiga pasien meninggal. Ini disebabkan  penyakit yang resistan terhadap obat.

    Penyakit ini masih jarang terjadi di AS. Menurut CDC hanya sekitar 680 kasus yang dikonfirmasi secara nasional. Secara detil, infeksi jamur terjadi di New York sebanyak 336 kasus, 180 di Illinois dan 124 di New Jersey.

    Namun, para ahli khawatir tentang Candida auris lantaran sulit dideteksi. Sebabnya infeksi jamur sering terjadi pada pasien yang sudah sakit karena infeksi lainnya.

    Adapun gejala-gejala infeksi jamur candida auris meliputi demam dan kedinginan. Gejala tak kunjung membaik meskisudah mendapatkan pengobatan antibiotik rutin.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id