Apakah Virus Korona Bisa Menular di Udara?

    Raka Lestari - 23 Maret 2020 11:31 WIB
    Apakah Virus Korona Bisa Menular di Udara?
    Apakah virus korona atau covid-19 bisa menular di udara? Simak informasinya berikut ini. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: World Health Organization (WHO) sedang mempertimbangkan "tindakan pencegahan melalui udara" untuk staf medis setelah sebuah studi baru menunjukkan bahwa virus korona dapat bertahan hidup di udara dalam keadaan tertentu.

    Virus ini ditularkan melalui tetesan, atau sedikit cairan, sebagian besar melalui bersin atau batuk, menurut Dr Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit dan zoonosis WHO. 

    "Ketika Anda melakukan prosedur yang menghasilkan aerosol seperti di fasilitas perawatan medis, Anda memiliki kemungkinan untuk apa yang kita sebut aerosolize partikel-partikel ini, yang berarti mereka dapat tinggal di udara sedikit lebih lama."

    Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menegaskan bahwa karena ini adalah jenis virus baru, maka masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai tingkat penyebarannya, tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya, dan sejauh mana penyebarannya.

    “Secara umum, patogen dianggap dapat menyebar melalui udara (airborne) ketika dapat menyebar melalui partikel yang lebih kecil yang terus berada di udara untuk jangka waktu yang lama,” kata Natasha Bhuyan, MD, seorang spesialis penyakit menular dan dokter keluarga di Phoenix, Arizona.

    Berapa lama persisnya partikel virus tersebut bertahan di udara sebelum menghilang tergantung pada berbagai faktor, termasuk suhu dan kelembapan daerah tersebut, dan faktor lainnya, menurut Rishi Desai, MD, mantan petugas dinas intelijen epidemi di divisi penyakit virus di CDC.

    “Ketika seseorang yang terinfeksi covid-19 batuk atau bersin, tetesan atau percikan yang keluar dari hidung dan mulut mereka (droplet) mungkin dapat bertahan lama di udara,” ujar Dr Desai. 

    Namun para ahli masih belum mengetahui secara pasti berapa lama, baik beberapa detik atau lebih seperti berjam-jam virus tersebut bertahan di udara.

    Apakah Virus Korona Bisa Menular di Udara?
    (Tetap lakukan social distancing agar Anda tak tertular jika ada orang positif covid-19 yang batuk atau bersin. Foto: Pexels.com)

    Menurut informasi terbaru dari CDC, sekalipun virus tersebut bertahan selama berjam-jam dari titik di mana sesorang meneteskan droplet, ada kemungkinan bahwa partikel-partikel udara tersebut hanya bisa menyebar sekitar enam kaki (sekitar 1,8 meter) dari titik asal. 

    CDC juga menambahkan bahwa transmisi udara dari orang ke orang dalam jarak jauh tidak mungkin terjadi.

    Namun begitu, dr. Raden Rara Diah Handayani, Sp.P (K), Dokter Spesialis Paru dari RSUI memaparkan, "Proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernapasan atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru. Masa inkubasi virus ini 2-14 hari. Itulah mengapa kita mewaspadai periode dua minggu itu."

    Dan untuk itu, Anda perlu melakukan jarak sosial atau social distancing saat pandemi covid-19 ini demi kesehatan.

    Virus korona bisa lumpuh di suhu panas

    Kabar baiknya, Spesialis Mikrobiologi RSUI, dr. R. Fera Ibrahim, M.Sc., Ph.d., Sp. MK (K), mengatakan virus korona dapat mengalami kelumpuhan di tengah suhu 56 derajat celsius saat berada di luar sel inang atau ketika berada di ruang terbuka. Jadi coronavirus itu sensitif terhadap suhu panas.

    Dr. Fera menambahkan bahwa virus secara umum, termasuk virus korona merupakan mikroorganisme parasit yang tidak dapat berproduksi di luar sel inang. “Baru bisa bereplikasi atau memperbanyak diri kalau dia sudah masuk ke dalam sel hidup,” tuturnya. 
     
    Artinya adalah saat virus novel coronavirus berada di ruang terbuka, namun belum menjangkiti sel inang maka virus tersebut masih bisa dilumpuhkan. Salah satunya melalui pemanasan pada suhu sekitar 56 derajat celsius selama 30 menit. 






    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id