Kopi yang Hampir Tanpa Kafein? Kenali Decaf Coffee

    Raka Lestari - 17 Februari 2020 16:01 WIB
    Kopi yang Hampir Tanpa Kafein? Kenali Decaf Coffee
    Apa itu decaf coffee? Berikut selengkapnya. (Foto: Brigitte Tohm/Unsplash.com)
    Jakarta: Bagi penggemar kopi mungkin pernah mendengar tentang decaf coffee. Sebenarnya apakah decaf coffee ini? Decaf coffee atau kopi decaf adalah jenis kopi yang kadar kafeinnya sudah diturunkan sampai level terendah melalui proses yang dikenal dengan sebutan dekafeinisasi.

    Decaf coffee ini bisa dikonsumi oleh mereka yang masih ingin tetap bisa minum kopi tanpa perlu khawatir efek samping kafein, seperti pada ibu hamil, menyusui, atau mereka yang memiliki gangguan kecemasan.

    “Decaf coffee pada dasarnya sama saja dengan kopi biasa, akan tetapi kafein dalamnya sudah dihilangkan dalam tingkat tertentu,” ujar Jessica Cording, RD, seorang ahli diet. Sama seperti kopi biasa, tingkat kafein dalam satu cangkir decaf coffee bisa bervariasi, tambahnya.

    Menurut Sonya Angelone, RD, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, “Biasanya meskipun diklaim tidak mengandung kafein, decaf coffee masih mengandung kafein sekitar tiga sampai empat miligram per cangkir. Dan meskipun tanpa kafein, decaf coffee masih mengandung antioksidan yang biasa Anda dapatkan dari kopi biasa,” kata Angelone.

    Angelone juga menambahkan bahwa baik kopi biasa atau decaf coffee telah terbukti mengurangi risiko Anda terkena diabetes tipe dua, penyakit parkinson, penyakit alzheimer, kanker payudara, kanker prostat, dan kanker hati.

    Kopi yang Hampir Tanpa Kafein? Kenali Decaf Coffee
    (Decaf coffee bisa dikonsumi oleh mereka yang masih ingin tetap bisa minum kopi tanpa perlu khawatir efek samping kafein, seperti pada ibu hamil, menyusui, atau mereka yang memiliki gangguan kecemasan. Foto: Pexels.com)

    Dan untuk menyimpulkan apakah decaf coffee lebih baik dari kopi biasa, itu semua tergantung individu masing-masing. Jika Anda sedang menyusui, hamil, atau memiliki kondisi kesehatan yang membutuhkan untuk membatasi kafein maka decaf coffee merupakan pilihan tepat.

    “Beberapa orang juga menemukan bahwa kafein dapat membuat mereka cemas atau gelisah. Jika Anda mengalami ini, Anda mungkin perlu mengganti kopi Anda dengan decaf coffee,” tambah Samantha Cassety, RD, seorang ahli gizi.

    Lalu apakah decaf coffee lebih baik?

    Pilhan kopi yang ideal untuk Anda tergantung bagaimana kondisi perut Anda. Menurut Cassety, baik kopi biasa atau decaf coffee dapat menyebabkan gejala pencernaan pada orang yang sensitif.  

    Namun memang kopi yang mengandung kafein lebih banyak dapat menyebabkan masalah yang lebih serius seperti sakit perut dan asam lambung pada mereka yang tak cocok. Jadi, apakah Anda berencana mencoba decaf coffee? Minum yang cocok dan Anda sukai ya.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id