Komunitas Rhesus Negatif Indonesia, Penolong Pemilik Darah Langka

    04 September 2015 18:35 WIB
    Komunitas Rhesus Negatif Indonesia, Penolong Pemilik Darah Langka
    Komunitas Rhesus Negatif Indonesia. (foto:rhesusnegatif.com)
    medcom.id, Jakarta: Di Indonesia, orang yang memiliki golongan darah dengan rhesus negatif sangat minim atau langka. Sehingga saat membutuhkan tranfusi darah, cenderung mengalami kesulitan. Oleh karena itu, pemilik darah rhesus negatif memiliki ketergantungan yang tinggi antar sesama pemilik darah rhesus.

    Rhesus Negatif Indonesia (RNI) hadir sebagai komunitas yang dibentuk untuk menjadi wadah bagi pemilik rhesus negatif di Indonesia yang membutuhkan transfusi darah agar dapat diatasi dengan cepat. Selain untuk memenuhi kebutuhan darah, komunitas ini juga menjadi wadah bagipemilik darah rhesus berbagi informasi.

    Meski sudah dibentuk sejak tahun 2009 silam, namun menurut Lici Murniati, ketua umum RNI, komunitas ini baru benar-benar 'hadir' pada akhir tahun 2011 silam.

    "Dulu memang sudah ada. Tapi aktif kembali November 2011. Itu sekaligus membentuk kepengurusan untuk komunitas ini," ujarnya saat dihubungi Metrotvnews.com.

    Dengan memiliki 1600 anggota, RNI mengedukasi masyarakat melalui media sosial. Tidak hanya itu saja, RNI juga mengajak para pemilik rhesus negatif agar sering melakukan donor darah karena masih banyak yang kesulitan mencari darah dengan rhesus negatif.

    "Hampir semua anggota RNI itu ber-rhesus negatif sehingga kami memberi pemahaman untuk anggotanya bahwa darah mereka itu bisa menyelamatkan nyawa orang lain," tambahnya.

    Bahkan kini, RNI sudah melakukan kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Kementerian Kesehatan RI sebagai penghubung donor dan transfusi darah rhesus negatif. "Kami sebagai back up PMI. Tapi tetap semua proses transfusi dilakukan di PMI. Namun, kami memiliki semua data dan informasi terkait RN di Indonesia, sehingga proses transfusi lebih cepat," ungkap Lici.

    Dengan mengandalkan media sosial, Lici mengakui komunitas RNI ini tidak memiliki kegiatan khusus. Tapi biasanya, para anggota akan melakukan diskusi-diskusi atau pertanyaan-pertanyaan via website, bbm group atau whatsapp. 

    Rhesus negatif sebenarnya bukanlah bagian dari penyakit yang perlu dikhawatirkan dan tidak berbahaya, lanjut Lici. Orang yang memiliki darah rhesus negatif biasanya dikarenakan faktor genetik. Rhesus negatif biasanya dikhawatirkan oleh wanita yang merencanakan kehamilan atau tengah mengandung. Karena, risiko wanita rhesus negatif adalah mengalami keguguran berulang.

    Namun menurut Lici, wanita yang memiliki darah rhesus negatif belum tentu mengalami keguguran saat hamil. Semua kehamilan itu risiko, tergantung bagaimana mereka menjaga kandungannya.

    "Iya benar, wanita jangan terlalu parno kalau rhesus negatif. Soalnya, ada anggota kami yang rhesus tapi punya anak kok," lanjutnya.

    Akan tetapi, untuk berjaga-jaga apabila wanita sudah mengetahui jika rhesus negatif, mereka perlu melakukan suntik Immunoglobulin-Anti RhD (Rho(D) Immune Globulin) pada saat kandungan memasuki usia 28 minggu atau saat melahirkan. Dan bila hamil anak kedua maka perlu mengecek tinggi antibodi RhD, dengan Combtest. Sebab yang membuat keguguran itu karena keberadaan antibodi anti RhD.

    "Intinya, ini tidak berbahaya. Karena rhesus negatif itu bukan sebuah penyakit. Hanya saja, darah Rhesus negatif sulit, jadi penting untuk rajin-rajin mendonor darah. Dan tentang keguguran, kalau ibu hamil dengan rhesus negatif normal, maka bisa hamil layaknya orang pada umumnya," tutupnya. 

    Bagi, para pemilik darah rhesus negatif yang membutuhkan transfusi maupun mendonor, Lici menganjurkan untuk menyambangi kantor pusat PMI di DKI Jakarta. Sebab stok darah rhesus negatif di sana lebih banyak. Untuk mengubungi RNI, Lici mengatakan bisa menghubungi hotline RNI yang bisa dilihat di www.rhesusnegatif.com. (Sumarni)



    (LOV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id