Tanggapan Nila Moeloek Soal Menkes Baru

    Sunnaholomi Halakrispen - 21 Oktober 2019 15:59 WIB
    Tanggapan Nila Moeloek Soal Menkes Baru
    Nila Moeloek diberikan kenang-kenangan oleh para awak media di acara ramah tamah pada masa akhir jabatannya.. (Foto: Dok. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI)
    Jakarta: Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek akan segera mengakhiri masa jabatannya. Ia bersyukur telah menyelesaikan tugas negara selama lima tahun terakhir.

    "Yang jelas lega juga. Kalau dulu hari ini (harus tahu) apa acaranya, bukan hanya tahu acara tapi saya juga harus tangung jawab," ujar Nila di Komplek Mikasa, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 21 Oktober 2019 dalam acara acara ramah tamah dengannya di akhir masa jabatannya.

    Banyaknya agenda sebagai Menkes, harus memastikan apa saja yang harus dipikirkan, ditanggapi, dan ditangani. Terhitung mulai hari ini, kata Nila, agenda pagi tidak ada dan merasa enak.

    Meskipun mengenakan baju berwarna putih, ia menekankan tidak mendapatkan telepon dari Presiden Joko Widodo untuk menjadi menteri di periode 2019-2024. Kali ini memang ada yang berbeda, karena Nila mengenakan pakaian putih ditemani celana jin.

    "Baru nemu jin lagi setelah lima tahun, masih ada," katanya sambil tersenyum.

    Tanggapan Nila Moeloek Soal Menkes Baru
    (Nila Moeloek berfoto bersama jajaran Kementerian Kesehatan serta para awak media, dalam acara ramah tamah di akhir masa jabatannya. Foto: Dok. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI)

    Istri mantan Menteri Kesehatan Faried Anfasa Moeloek itu pun menyampaikan tanggapannya untuk Menkes penggantinya. Namun, Nila mengaku belum mengetahui informasi terkait siapa penggantinya sebagai Menteri Kesehatan RI periode 2019-2024.

    "Belum (tahu) sih, enggak ada (informasinya), belum sama sekali," akunya.

    Lantaran tidak lagi menjadi Menteri Kesehatan, tidak ada kata pensiun bagi dirinya. Ahli oftalmologi atau ilmu penyakit mata itu mengaku tetap berkontribusi untuk Bangsa Indonesia.

    "Saya rasa jangan ada kata pensiun karena kita diberi Yang Maha Kuasa sesuatu yang pasti kita berikan kembali pada siapa saja, kepada masyarakat atau kembali ke pendidikan," paparnya.

    Kegemarannya dalam menggali ilmu lebih banyak, akan terus ditekuninya. Salah satunya, dengan kembali menjadi dosen, membimbing penelitian para mahasiswa di Fakultas Kedokteran.

    "Masih akan saya lakukan kalau ada bimbingan tesis S3, bukan saya senang membimbingnya tapi saya juga dapat ilmu atau menolong seseorang atau masyarakat, bakti sosial misalnya, kenapa enggak," imbuhnya.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id