9 Gejala Anda akan Pingsan

    Anda Nurlaila - 15 Oktober 2019 15:08 WIB
    9 Gejala Anda akan Pingsan
    Ilustrasi--Pexels
    Jakarta: Kehilangan kesadaran atau pingsan dapat terjadi pada anak maupun dewasa. Penyebabnya beragam, karena berdiri terlalu lama, kepanasan hingga penurunan tekanan darah dan jantung secara tiba-tiba.

    Sebanyak 35 persen orang pernah mengalami setidaknya satu episode sinkop atau pingsan dalam hidup mereka. Profesor kardiologi pediatrik di New York Medical College di Hawthorne, New York Julian Stewart mengatakan, ada beberapa gejala seseorang akan pingsan. Readers Digest memberi panduan tindakan pencegahan untuk menghindari cedera dan memastikan pingsan tidak berubah menjadi darurat medis.

    Pusing

    Jika merasa kepala berputar setelah tiba-tiba berdiri, Anda mengalami sedikit versi sinkop. "Saat berbaring darah mengalir secara seragam. Berdiri mendadak akan membuat darah cepat turun akibat gravitasi," ujar Stewart. Darah yang menjauh dari otak saat berdiri tiba-tiba menyebabkan tekanan darah turun dan Anda mulai merasa pingsan.

    Apabila sering mengalami sakit kepala ringan saat berdiri,  Stewart merekomendasikan memijat otot-otot di tubuh bagian bawah, seperti lengan,  paha dan betis sebelum Anda berdiri. Ini akan memompa darah kembali ke bagian atas tubuh dan mencegah penurunan tekanan darah dengan cepat begitu Anda berdiri.

    Melihat bintik-bintik di depan mata

    Mata bisa memberikan petunjuk  jika Anda akan pingsan. Karena bola mata bertekanan, pembuluh darah mata akan lebih dulu  akan terpengaruh saat darah bergerak ke bawah. Jika Anda mulai melihat bintik-bintik atau kilatan terang di depan mata, berbaring atau duduk dan letakkan kepala di antara kedua lutut. Ini akan mengarahkan aliran darah kembali ke otak, melindungi kepala dan leher jika Anda kehilangan kesadaran.

    Hiperventilasi

    Kebanyakan orang sebelum pingsan akan mengalami hiperventilasi. Apabila oksigen tubuh lebih rendah, tubuh akan bernapas lebih cepat untuk menyedot lebih banyak udara yang menyelamatkan jiwa.

    Jika mulai mengalami hiperventilasi dan merasa mulai kehilangan kesadaran, cari tempat duduk atau berbaring. Tutup mata, dan letakkan tangan di perut. Fokus mengambil napas lambat dan dalam. Biarkan perut mengembang seperti balon saat menarik napas melalui hidung dan menghembuskannya melalui mulut. Oksigen tambahan akan menyehatkan setiap sel dalam tubuh Anda dan mengurangi tekanan pada otak.

    Ujung jari atau bibir kesemutan

    Hiperventilasi yang sering mendahului pingsan dapat menyebabkan kadar kalsium dalam aliran darah tiba-tiba turun. Ketika itu terjadi, Anda mungkin kesemutan atau mati rasa di permukaan kulit terutama di ujung jari dan di sekitar bibir. Longgarkan ikat pinggang, kerah, atau pakaian lain sebelum duduk dan membiarkan darah bersirkulasi mengirim darah kembali ke otak Anda.

    Merasa hangat

    Menjelang pingsan, seseorang mungkin merasakan "demam kepala", atau sensasi hangat yang mengalir ke seluruh tubuh. Ini adalah peningkatan cepat dalam aliran darah karena jantung mengompensasi kekurangan darah dan oksigen di otak Anda. "Tubuh mengalirkan darah yang sangat banyak ke tempat yang salah, seperti lengan dan kaki," kata Stewart. Jika Anda merasa akan pingsan dan berkeringat, cari tempat teduh untuk duduk dan minum air. Hal ini dapat mengembalikan detak jantung Anda ke kecepatan normal.

    Terlalu lama berdiri

    Terlalu lama berdiri membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke otak Anda. Karena lebih banyak aliran darah diarahkan ke lengan dan kaki saat berdiri, otak mulai kehilangan sumber daya darah dan oksigen. Carilah tempat duduk agar jantung bisa beristirahat sebentar.

    Pandangan seperti di dalam terowongan

    Jika Anda seperti melihat ke dalam terowongan, pertanda bahwa tekanan darah Anda turun, yang dapat menyebabkan pingsan. Dalam situasi ini, ungkap Stewart, jangan memaksakan diri untuk terus berdiri atau mencoba mengedipkan mata. Sebaliknya, cari kursi dan segera duduk atau berbaring. Ini adalah cara terbaik untuk agar Anda tetap aman jika pingsan.

    Mual

    Merasa mual dapat menjadi tanda dari banyak kondisi termasuk kehamilan, keracunan makanan, dan keracunan alkohol. Tetapi jika disertai dengan gejala sinkop lainnya seperti penglihatan terowongan atau hiperventilasi, duduk atau berbaring dan segera cari bantuan medis. Dehidrasi dapat memicu mual dan pingsan, jadi pastikan untuk minum cairan dan beristirahat di tempat yang sejuk jauh dari matahari.

    Kulit kebiru-biruan

    Denyut nadi yang lambat dan lemah berarti bahwa darah tidak sampai ke kulit luar Anda, membuatnya tampak pucat dan kadang-kadang agak membiru. Segera cari tempat duduk dan pijat otot lengan dan kaki dalam lingkaran lambat untuk memperlancar sirkulasi dan mengembalikan tekanan darah Anda ke tingkat normal.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id