Bedanya Psikiatri dan Konseling

    Sunnaholomi Halakrispen - 01 November 2019 15:17 WIB
    Bedanya Psikiatri dan Konseling
    Psikolog atau psikiater? Apa beda dua profesi mereka? Simak informasinya berikut ini. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Psikiater dan psikolog merupakan profesional kesehatan mental. Mungkin terkesan sama, tetapi ada perbedaan antara psikiatri dan psikologi. Kadang-kadang, orang bingung menemukan perbedaannya. Terutama, ketika mereka mencari bantuan.

    Untuk membuat masalah lebih membingungkan, psikiater dan psikolog bukan satu-satunya profesional kesehatan mental yang dapat Anda pilih.

    Ada konselor kesehatan mental, pekerja sosial, perawat dan praktisi perawat, atau pihak lainnya yang bisa menangani masalah kesehatan mental.

    Jika Anda mempertimbangkan berbagai pendekatan untuk pengobatan, mulai dari konseling hingga berbagai bentuk psikoterapi, seluruh sistem kesehatan mental mulai terlihat seperti berada di labirin yang hampir tidak mungkin diarahkan.

    Akan tetapi, ada panduan yang bisa Anda gunakan untuk membantu Anda melewati labirin itu. Pertama, cobalah peka atau memahami kondidi mental dan fisik Anda.

    Ketahuilah bahwa masalah dengan kesehatan mental, terutama jika mereka kronis atau persisten atau sering berulang, dapat melemahkan tubuh. Tubuh Anda dapat merespons secara fisik terhadap depresi atau kecemasan seperti halnya terhadap penyakit fisik.

    Kadang-kadang, masalah mental sebenarnya bisa disebabkan oleh kondisi fisik. Jadi, orang pertama yang melihat apakah Anda memiliki masalah mental, ialah dokter perawatan pertama Anda.

    Dokter akan bertanya tentang gejalanya, berapa lama Anda mengalaminya, dan apakah gejala itu konstan atau terjadi datang dan pergi. Dokter akan memeriksa masalah fisik yang dapat menyebabkan gejala dan membantu Anda memutuskan jenis profesional kesehatan mental dan jenis terapi apa yang terbaik untuk Anda.

    Bedanya Psikiatri dan Konseling
    (Psikiater dapat memberikan psikoterapi atau psikiater dapat merujuk Anda ke konselor atau profesional kesehatan mental jenis lain. Foto: Pexels.com)

    Rujukan

    Dokter mungkin merujuk Anda ke salah satu dari profesional kesehatan mental, contohnya psikiater. Ini adalah seorang dokter medis yang berspesialisasi dalam mencegah, mendiagnosis, dan mengobati penyakit mental.

    Joseph Goldberg, MD dalam laman WebMD memaparkan bahwa pelatihan psikiater dimulai dengan empat tahun sekolah kedokteran dan diikuti dengan magang selama satu tahun dan setidaknya tiga tahun pelatihan khusus sebagai psikiatris.

    Seorang psikiater dilatih untuk membedakan masalah kesehatan mental dari kondisi medis mendasar lainnya yang dapat muncul dengan gejala psikiatris.

    Mereka juga memantau efek penyakit mental pada kondisi fisik lainnya, seperti masalah jantung atau tekanan darah tinggi. Kemudian, memantau efek obat-obatan pada tubuh, seperti berat badan, gula darah, tekanan darah, tidur, ginjal, dan fungsi hati.

    Sebagai dokter, seorang psikiater memiliki lisensi untuk menulis resep. Banyak gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, ADHD, atau gangguan bipolar. Kondisi tersebut dapat diobati secara efektif dengan obat-obatan tertentu.

    Jika Anda bekerja dengan psikiater, banyak perawatan yang mungkin difokuskan pada manajemen obat. Terkadang, pengobatan saja sudah cukup untuk mengobati penyakit mental. Namun, terkadang juga, kombinasi pengobatan dan psikoterapi atau konseling diperlukan.

    Jika demikian, psikiater dapat memberikan psikoterapi atau psikiater dapat merujuk Anda ke konselor atau profesional kesehatan mental jenis lain.

    Psikolog

    Profesi lain yang bisa direkomendasikan ialah psikolog. Goldberg masih dalam laman yang sama menerangkan bahwa seorang psikolog memiliki gelar doktor (PhD, PsyD, atau EdD) dalam psikologi, yang merupakan studi tentang pikiran dan perilaku. Sekolah pascasarjana menyediakan pendidikan psikolog dalam mengevaluasi dan mengobati gangguan mental dan emosional.

    Setelah menyelesaikan sekolah pascasarjana, seorang psikolog klinis menyelesaikan magang yang berlangsung dua hingga tiga tahun. Juga memberikan pelatihan lebih lanjut dalam metode pengobatan, teori psikologis, dan terapi perilaku.

    Psikolog berlisensi memenuhi syarat untuk melakukan konseling. Sedangkan, psikoterapi, melakukan tes psikologis dan menyediakan perawatan untuk gangguan mental. Namun, mereka bukan dokter medis. Itu berarti bahwa, dengan pengecualian di beberapa negara, psikolog tidak dapat menulis resep atau melakukan prosedur medis.

    Sering kali seorang psikolog akan bekerja dalam hubungannya dengan seorang psikiater atau dokter medis lain yang menyediakan perawatan medis untuk penyakit mental. Sementara psikolog, menyediakan psikoterapi.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id