Alasan Makanan Enak Bikin Mood Buruk

    Kumara Anggita - 03 Juni 2020 15:47 WIB
    Alasan Makanan Enak Bikin Mood Buruk
    Kenapa makanan yang kelihatannya enak tapi malah merusak mood Anda? Simak jawaban psikolog berikut ini. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Ketika tidak nyaman, Anda cenderung mencari makanan yang enak seperti kue, junkfood, karbohidrat tinggi dan masih banyak lagi. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar Anda bisa merasa senang setelahnya.

    Namun sayangnya yang didapatkan adalah kebalikannya. Anda malah punya perasaan bercampur-campur seperti rasa bersalah, lesu, dan cemas. Apa yang menyebabkan makanan-makanan enak ini malah bikin mood Anda buruk? 

    Stephanie Vermillion dalam Huffpost mengatakan gagasan tentang makanan yang menenangkan terdengar hebat secara teori, tetapi banyak dari makanan enak yang disukai orang-orang tidak memiliki nutrisi yang ideal. 

    Ini membuat pemakan merasa rewel dan malah tidak terhibur. "Beberapa alasan yang buat suasana hati buruk adalah terlalu banyak gula dan terlalu banyak mengandung karbohidrat," kata ahli terapi nutrisi Inggris Claudia Smith.

    “Jika Anda makan terlalu banyak makanan ini, Anda bisa berakhir dengan lonjakan dan crash gula darah, yang dapat menyebabkan gejala seperti suasana hati yang rendah, lekas marah, kecemasan, kelelahan dan kesulitan berkonsentrasi,” ungkapnya.

    Alasan Makanan Enak Bikin Mood Buruk
    (Coba Anda makan makanan yang lebih sehat dan berserat. Dan lihat apakah berbeda efeknya pada mood Anda. Foto: Pexels.com)

    Mengapa makanan enak dapat membuat Anda gelisah?

    Makanan enak memberikan nuansa seperti Anda diberikan hadiah. Jadi Anda seperti sedang menanti-nantikan sesuatu dan hal itu membuat Anda jadi menjadi bersemangat. “Makanan biasa yang menenangkan seperti kue kering atau kentang goreng mengaktifkan pemicu hadiah di otak kita,” kata Smith.

    Lee Chambers, psikolog dan konsultan kesehatan yang berbasis di Inggris mengatakan kepada HuffPost bahwa makanan yang menenangkan memang memberikan dopamin yang merangsang kesenangan, tetapi kesenangan itu berlalu cepat dan berubah menjadi sebuah penyesalan. 

    "Makan emosional adalah proses siklus di mana suasana hati yang rendah menyebabkan makan makanan cenderung meningkatkan gula darah Anda, memberi kita dosis dopamin, tetapi kemudian turun pada saat yang sama ketika kita mulai merasa bersalah," kata Chambers kepada HuffPost. 

    "Kombinasi ini sering membuat kita merasa kurang puas, dengan perasaan bersalah, malu, dan menyesal."

    Makanan enak buat Anda jadi makan berlebihan?

    Lebih buruk lagi, makanan yang enak sering kali menyebabkan makan berlebih. "Seiring waktu, konsumsi tinggi makanan yang sangat enak sebenarnya dapat menyebabkan berkurangnya sensitivitas tanggapan otak ini," kata Smith.

    “Anda mungkin perlu makan lebih banyak dan lebih banyak lagi untuk mendapatkan efek yang sama,” ujarnya. Itulah mengapa makanan enak tak selalu memberikan kesenangan. Cobalah konsumsi makanan sehat, saat Anda mulai tak merasa nyaman, mungkin hasilnya akan berbeda.




    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id