Apa yang Harus Dilakukan Jika Timbul Gejala Covid-19?

    Raka Lestari - 02 April 2020 18:09 WIB
    Apa yang Harus Dilakukan Jika Timbul Gejala Covid-19?
    Gejala awal yang mungkin dialami ketika mulai terinfeksi covid-19 adalah batuk, demam, hidung tersumbat, dan kesulitan bernapas. (Foto: Pexels)
    Jakarta: Virus korona atau covid-19 merupakan penyakit yang berbeda dari flu biasa. Gejala awal yang mungkin dialami ketika mulai terinfeksi covid-19 adalah batuk, demam, hidung tersumbat, dan kesulitan bernapas.

    Itu karena virus yang menyebar ke paru-paru, memenuhi paru-paru dengan cairan. Dan survivor dari covid-19 ini akan mengalami luka permanen pada paru-paru mereka. Lalu apa yang harus dilakukan jika mulai muncul gejala-gejala covid-19?

    Pada umumnya, jika mulai muncul gejala-gejala covid-19 itu harus dilakukan tes cepat. Tes ini dilakukan untuk memastikan apakah seseorang positif terinfeksi covid-19 atau tidak.

    Jika hasilnya positif, maka seseorang tersebut diharuskan melakukan isolasi. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sendiri meminta pasien positif untuk melakukan beberapa karantina wajib selama dua minggu.

    Pemantauan dan komunikasi yang baik sangat diperlukan untuk menentukan siapa yang perlu dibawa ke rumah sakit atau tidak. Penasihat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Bruce Aylward mengklarifikasi bahwa kasus 'ringan' covid-19 tidak setara dengan flu ringan.

    Pada kasus berat, pasien akan membutuhkan oksigen tambahan, kadang-kadang melalui saluran pernapasan dan ventilator. Sedangkan pada asus 'kritis' dapat menyebabkan kegagalan pernapasan atau kegagalan multi-organ.

    Akan tetapi, pemeriksaan dengan melakukan tes cepat ini dianggap bukanlah tes yang efektif, karena pada beberapa orang yang belum terinfeksi maka hasilnya akan negatif.

    “Masalah yang sering ditemukan dalam tes cepat adalah negatif palsu,” kata Albert Ko, ketua epidemiologi penyakit mikroba di Yale School of Public Health.

    "Sensitivitasnya bisa kurang dari 100 persen dan masih sangat bermanfaat," kata Ko, dalam banyak kasus.

    Di Tiongkok sendiri, sensitivitas tes telah dilaporkan serendah 30 hingga 60 persen. Yang artinya sekitar setengah dari orang yang terinfeksi virus mendapatkan hasil tes negatif.

    Meskipun memang, menurut Ian Lipkin, seorang profesor epidemiologi di Universitas Columbia, mengatakan bahwa melakukan tes cepat lebih baik daripada tidak melakukan tes sama sekali.

    "Jika positif, Anda tentu sudah mengetahui apa yang harus dilakukan. Namun jika hasilnya negatif, biasanya akan dianjurkan untuk melakukan tes kedua untuk lebih memastikan,” tutupnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id