Setelah Takikardia, Jessica Iskandar Alami Grave Disease

    Raka Lestari - 30 Juli 2020 15:43 WIB
    Setelah Takikardia, Jessica Iskandar Alami Grave Disease
    Setelah mengalani Takikardia, Jedar dikabarkan mengidap Grave Disease. (Foto: Dok. Instagram Jessica Iskandar/@inijedar)
    Jakarta: Setelah sebelumnya dikabarkan Jessica Iskandar mengidap Takikardia artis yang kerap disapa Jedar ini juga menderita Grave Disease.

    Dalam tayangan YouTube miliknya, ia terlihat memeriksakan diri ke dokter di sebuah rumah sakit kawasan Tangeran Selatan, Banten. Setelah dokter memeriksa hasil tes darah dan USG leher ia dikonfirmasi dengan grave disease.

    "Kamu sudah konfirmasi, sudah lakukan pemeriksaan (tes darah), sudah USG (leher), kamu masuk ke Graves," kata sang dokter yang mengenakan APD lengkap dalam video tersebut kepada Jedar yang konsultasi ditemani sang kakak. 

    Perempuan yang memiliki 1.82 M subscribers ini mengalami grave disease yang merupakan sebuah gangguan autoimun. Penyakit ini menyebabkan kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid pada tubuh. Kondisi ini dikenal juga dengan hipertioridisme. 

    Dilansir dari Healthline, membuat sistem imun menciptakan antibodi yang dikenal sebagai imunoglobulin perangsang tiroid. Antibodi ini kemudian menempel pada sel-sel tiroid yang sehat. 

    Hormon tiroid memengaruhi banyak aspek tubuh Anda. Ini dapat mencakup fungsi sistem saraf Anda, perkembangan otak, suhu tubuh, dan elemen penting lainnya.

    Jika tidak diobati, hipertiroidisme dapat menyebabkan penurunan berat badan, pertanggung jawaban emosional (tangisan yang tidak terkendali, tertawa, atau penampilan emosional lainnya), depresi, dan kelelahan mental atau fisik.


    (Jedar sedang memeriksakan dirinya. Ia menulis, "Kalau lagi sakit berasa jadi manusia. Terima kasih buat semua teman-teman yang sudah bertanya dan terima kasih ya support dan doanya." Video: Dok. Instagram Jessica Iskandar/@inijedar)

    Grave disease dan hipertiroidisme memiliki banyak gejala yang sama. Gejala-gejala tersebut di antaranya adalah: 

    - Tremor pada tangan
    - Penurunan berat badan 
    - Denyut jantung yang cepat (takikardia)
    - Intoleransi terhadap panas
    - Kelelahan 
    - Gugup 
    - Mudah marah 
    - Otot lemah 
    - Gondok (pembengkakan di kelenjar tiroid)
    - Diare atau peningkatan frekuensi buang air besar
    - dan sulit tidur

    Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang dengan grave disease juga bisa mengalami kulit memerah dan menebal di sekitar daerah tulang kering. Ini adalah kondisi yang disebut Graves dermopathy. 

    Pada gangguan autoimun seperti Graves disease ini, sistem kekebalan tubuh mulai melawan jaringan dan sel sehat dalam tubuh Anda. 

    Pada Graves disease, sistem kekebalan tubuh Anda secara keliru menghasilkan antibodi yang disebut imunoglobulin perangsang tiroid yang menargetkan sel-sel tiroid sehat Anda sendiri.

    (TIN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id