Efek Mengonsumsi Minuman Berenergi pada Tubuh

    Raka Lestari - 27 Februari 2020 06:19 WIB
    Efek Mengonsumsi Minuman Berenergi pada Tubuh
    Mengonsumsi minuman berenergi sering menjadi cara bagi sebagian orang untuk mengatasi rasa haus yang dirasakan, terutama setelah berolahraga. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Mengonsumsi minuman berenergi sering menjadi cara bagi sebagian orang untuk mengatasi rasa haus yang dirasakan, terutama setelah berolahraga. Ada berbagai jenis minuman berolahraga yang bisa didapatkan dengan mudah di pasaran. Namun apakah mengonsumsi minuman berenergi selalu menjadi pilihan yang tepat?

    Berikut ini adalah efek yang ditimbulkan dari mengonsumsi minuman berenergi pada tubuh, seperti dikutip the healthy:

    Minuman berenergi dapat menyebabkan dehidrasi

    Pada umumnya, kandungan utama dari minuman berenergi adalah kafein. Beth Warren, seorang ahli gizi mengatakan bahwa kafein memiliki efek diuretik, yang berarti meningkatkan jumlah garam dan air yang dikeluarkan tubuh Anda melalui urin.

    “Dalam kasus ekstrem, ini dapat menyebabkan dehidrasi. Ini bisa sangat berbahaya pada orang yang minum produk ini untuk pertama kalinya dan tidak tahu untuk mengimbangi dengan air tambahan,” katanya.

    Minuman berenergi dapat meningkatkan detak jantung

    "Sebagai diuretik, kafein juga menimbulkan risiko terjadinya peningkatan detak jantung," kata ahli gizi Lisa Cohn, RD. Dan menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2019, yang diterbitkan dalam jurnal American Heart Foundation menemukan bahwa orang sehat yang mengonsumsi 32 ons minuman berenergi, dalam waktu satu jam kemudian mengalami aktivitas jantung yang tidak normal dan tekanan darah yang tinggi empat jam setelah mengonsumsinya.

    Minuman berenergi dapat merusak gigi

    Produk minuman berenergi mengandung asam sitrat, yang sangat korosif terhadap gigi, ujar Anastasia Turchetta, seorang dokter gigi bersertifikat. “Paduan asam sitrat dan gula, dapat memiliki efek yang buruk untuk demineralisasi email gigi dan atau pembusukan gigi,” kata Turchetta.

    “Setelah enamel terkikis, maka akan terjadi gigi sensitif karena lapisan enamel yang menipis dan gigi akan terlihat menjadi lebih kuning,” ucapnya.

    Minuman berenergi dapat menyebabkan sakit kepala dan perubahan mood

    Beberapa jenis minuman berenergi dapat mengandung kafein yang lebih tinggi dibandingkan secangkir kopi. “Minuman berenergi yang mengandung kafein, dapat menstimulasi sistem saraf pusat,”jelas Cohn.

    “Hal ini dapat memberikan dorongan energi, dan dapat mengurangi nafsu makan. Namun, itu juga dapat menyebabkan efek samping minuman energi yang merugikan seperti sakit kepala, insomnia, gugup, dan perubahan suasana hati,” terangnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id