Desinfektan Rumah Tangga untuk Menyapu Virus Korona?

    Kumara Anggita - 16 Maret 2020 10:31 WIB
    Desinfektan Rumah Tangga untuk Menyapu Virus Korona?
    WHO merekomendasikan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir selama 20 detik adalah yang utama. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Hingga saat ini para peneliti masih berjibaku dalam menemukan obat khusus virus korona atau covid-19. Oleh karena itu, yang bisa Anda lakukan sekarang hanyalah mengurangi faktor penularannya misalnya dengan selalu mencuci tangan dengan benar seperti yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO).

    Dilansir dari Live Science, sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Februari di The Journal of Hospital Infection telah menganalisis banyak makalah tentang kuman coronavirus.

    Yasemin Saplakoglu dalam "How long can the new coronavirus last on surfaces?" menulis bahwa virus ini dapat secara efektif disapu oleh desinfektan rumah tangga.

    Menurut penelitian sebagai contoh, desinfektan dengan 62-71 persen etanol, 0,5 persen hidrogen peroksida atau 0,1 persen natrium hipoklorit (pemutih) dapat ‘secara efisien’ menonaktifkan virus korona dalam satu menit.

    "Kami mengharapkan efek yang sama terhadap 2019-nCoV," tulis para peneliti, merujuk pada virus korona baru. Tetapi meskipun coronavirus baru adalah jenis yang mirip dengan coronavirus SARS, tidak jelas apakah akan berperilaku sama.

    Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan merupakan hal yang bisa Anda lakukan, selain jangan bosan mencuci tangan sehabis melakukan apa pun kegiatan Anda.

    Tetap cuci tangan yang utama

    WHO merekomendasikan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir selama 20 detik atau menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol. Mungkin saja seseorang dapat terinfeksi virus dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi, "kemudian menyentuh mulut, hidung, atau mata mereka sendiri," menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

    "Tapi ini tidak dianggap sebagai cara utama penyebaran virus." Meskipun virus tetap hidup dari droplet (tetesan) seseorang, studi baru tidak dapat mengatakan apakah orang dapat terinfeksi dengan menghirupnya dari udara, menurut Associated Press.

    Virus ini kemungkinan besar menyebar dari orang ke orang melalui kontak dekat dan tetesan pernapasan dari batuk dan bersin yang dapat mendarat di mulut atau hidung orang terdekat, menurut CDC. Tetap jaga kesehatan Anda dan jangan panik.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id