comscore

Seberapa Besar Andil Rokok terhadap Kanker Paru-paru?

Sunnaholomi Halakrispen - 24 Juni 2020 17:55 WIB
Seberapa Besar Andil Rokok terhadap Kanker Paru-paru?
50 persen dari mereka yang didiagnosis dengan kanker paru-paru adalah mantan perokok. (Foto: The Healthy)
Jakarta: Anda mungkin sudah tahu bahwa merokok menyebabkan kanker paru-paru, tetapi tidak semua perokok terpapar penyakit mematikan ini. Lalu, apakah benar ada kaitan erat antara merokok dengan kanker paru-paru? Bagaimana penjelasannya?

Kanker paru-paru merupakan penyebab kematian terbanyak di antara semua penyakit kanker. Menurut Ahli Onkologi dan Peneliti Kanker Paru-paru di Dana-Farber Cancer Institute Jacob Sands, MD, tubuh bereaksi terhadap rokok.
"Merokok memasukkan berbagai zat beracun ke dalam paru-paru yang dapat memengaruhi DNA sel paru-paru. Racun-racun ini meningkatkan kemungkinan mutasi, atau perubahan, yang berkembang dalam DNA sel-sel paru-paru," ujar Sands dikutip dari The Healthy.

Dr. Sands memaparkan bahwa ketika mutasi tertentu mereplikasi di luar kendali, itu adalah kanker. Menurut American Cancer Society, kanker paru-paru ialah penyebab utama kematian akibat kanker pada orang dewasa di Amerika Serikat. Bahkan jumlahnya lebih dari gabungan kanker usus, payudara, dan prostat.

Risiko Anda tergantung pada dosis. Semakin banyak Anda merokok (atau melakukannya di masa lalu), semakin besar risiko kanker paru-paru ada pada diri Anda. Meskipun berhenti merokok merupakan cara terbaik untuk mengurangi risiko didiagnosis dengan kanker paru-paru, itu tidak membuat risikonya hilang.

Dr. Sands menekankan, lima puluh persen dari mereka yang didiagnosis dengan kanker paru-paru adalah mantan perokok. Tetapi ini tidak berarti Anda tidak perlu repot untuk berhenti merokok.

"Risiko berkurang semakin lama orang tersebut menahan diri untuk tidak merokok," ucapnya.

Menurut Harvard Medical School, risiko kanker paru-paru terhadap mantan perokok berkurang 50 persen dalam sepuluh tahun, tetapi masih meningkat setelah 15 tahun. Selain itu, perokok sosial pun masih berisiko.
 
Salah satu mitos kesehatan yang merajalela yang perlu dihentikan ialah merokok sedikit ketika Anda keluar bersama teman-teman tidak berarti Anda perokok. Hal itu dengan kata lain disebut dengan perokok sosial.

"Sudah umum bagi orang untuk percaya bahwa perokok sosial tidak akan memengaruhi kesehatan mereka. Pada kenyataannya, setiap rokok yang dihisap benar-benar menciptakan perubahan terukur yang dapat diamati," jelasnya.

Di lain sisi, risiko mengembangkan kanker paru-paru meningkat setelah 100 batang rokok seumur hidup. Banyak orang menganggap jumlah itu sangat rendah dibandingkan rokok yang dihisap selama hidup mereka. Akan tetapi, menurut penelitian, merokok ringan pun dapat menyebabkan risiko kesehatan yang substansial.

Berhenti merokok adalah hal nomor satu yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko Anda terkena kanker paru-paru. Maka dari itu, segera cari tahu apa yang sebenarnya membantu mantan perokok berhenti menghisap untuk selamanya.

Selain rokok, semua jenis asap juga dapat menyebabkan kanker paru-paru. Termasuk paparan tembakau lainnya, seperti cerutu, pipa, atau ganja, juga menyebabkan penyakit. Menurut American Cancer Society, tidak ada produk tembakau yang lebih aman, termasuk linting tangan, herbal, mentol, cengkeh, dan yang dipasarkan sebagai bahan-bahan alami.

(FIR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id