Perbedaan Antara Mag dengan Asam Lambung

    Raka Lestari - 13 Mei 2020 15:05 WIB
    Perbedaan Antara Mag dengan Asam Lambung
    Ilustrasi-Unsplash
    Jakarta: Banyak orang yang menganggap bahwa mag dan asam lambung adalah penyakit yang sama. Namun ternyata, meskipun gejala dari keduanya mirip, faktanya penyakit mag dan asam lambung merupakan penyakit yang berbeda.

    Mag dan asam lambung sendiri merupakan dua kondisi yang berbeda. Tetapi gejalanya hampir sama.

    Untuk mag sendiri adalah suatu kondisi di mana asam lambung tetap berada di dalam lambung. Hanya saja karena beberapa faktor, menyebabkan asam lambung yang diproduksi terlalu banyak.

    "Asam lambung ini nanti mengikis lapisan pelindung yang seharusnya melindungi lambung. Sehingga menyebabkan asam lambung itu langsung kontak dengan dinding lambung tanpa adanya penghalang,” ujar dr. Nurlitha Sepadiananti, salah satu dokter di IGD RS Keluarga Sehat, Pati.

    Hal ini akan menyebabkan iritasi pada lambung dan menimbulkan gejala seperti nyeri ulu hati, nyeri perut sebelah kiri atas. Kemudian perut terasa begah, kembung, bisa juga disertai mual dan muntah.

    “Sedangkan asam lambung, dalam dunia kedokteran dikenal juga dengan GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Ini merupakan satu kondisi di mana asam lambung itu dia naik ke kerongkongan. Jadi asam lambung yang harusnya tetap berada di dalam lambung, dia naik ke atas karena beberapa faktor juga,” ujar dr. Nurlitha.

    Ia menjelaskan bahwa asam lambung ini menyebabkan beberapa gejala seperti tidak nyaman di dada.

    "Dada rasanya terbakar, dada bisa saja terasa nyeri, kemudian lidah pahit, kerongkongan terasa pahit juga, kemudian bisa disertai mual dan muntah," ujar dr. Nurlitha.

    “Nah untuk gejala dari GERD ini bisa menyebabkan nyeri dada, cuma harus hati-hati. Kalau misal nyeri dada menjalar ke belakang atau ke bagian lain dan ditandai dengan keringat dingin, itu bisa mengarah ke serangan jantung,” tambahnya.

    Menurut dr. Nurlitha, untuk penyebab mag dan asam lambung cukup banyak. Salah satunya stres, itu juga bisa menyebabkan asam lambung naik dan semakin banyak.

    “Untuk makanan sendiri, yang paling sering menyebabkan hal ini terjadi adalah makanan-makanan terlalu berminyak, berlemak, makanan-makanan terlalu asam, makanan pedas, kemudian makanan yang mengandung banyak gas seperti buah nangka, minuman bersoda, kopi, itu bisa menyebabkan penyakit ini,” tutupnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id