Flu Babi Jenis Baru di Tiongkok Mirip dengan Flu Babi 2009

    Sunnaholomi Halakrispen - 01 Juli 2020 06:00 WIB
    Flu Babi Jenis Baru di Tiongkok Mirip dengan Flu Babi 2009
    Flu babi di Tiongkok jenis baru dengan beberapa perubahan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Jenis baru flu yang berpotensi menjadi pandemi telah diidentifikasi di Tiongkok oleh para ilmuwan. Diinformasikan bahwa baru-baru ini virus muncul dan dibawa oleh babi, tetapi dapat menginfeksi manusia.

    Dikutip dari BBC, para peneliti khawatir bahwa virus itu dapat bermutasi lebih lanjut, sehingga dapat menyebar dengan mudah dari orang ke orang. Selanjutnya, memicu wabah global.

    Meskipun ini bukan masalah langsung, kata mereka, virus memiliki semua ciri yang sangat disesuaikan untuk menginfeksi manusia. Maka dari itu, membutuhkan pemantauan ketat.

    Lantaran informasi ini terbilang baru, orang bisa terpapar sedikit atau tanpa kekebalan terhadap virus.

    Penelitian lebih lanjut pun harus segera diimplementasikan. Hal tersebut disampaikan para ilmuwan dalam jurnal Prosiding National Academy of Sciences yang mengukur untuk mengendalikan virus pada babi dan pemantauan ketat terhadap pekerja industri babi.

    Sementara itu, jenis influenza baru yang buruk merupakan salah satu dari ancaman penyakit paling berisiko yang diperhatikan para ahli. Bahkan, ketika dunia berusaha untuk mengakhiri pandemi coronavirus saat ini.

    Pandemi flu terakhir yang dihadapi dunia ialah wabah flu babi tahun 2009 yang dimulai di Meksiko. Kejadian itu tidak begitu mematikan dibandingkan yang ditakutkan pada awalnya. 

    Selain itu, karena sebagian besar orang yang lebih tua memiliki kekebalan terhadapnya, mungkin karena kemiripannya dengan virus flu lain yang telah beredar selama bertahun-tahun. Virus itu, yang disebut A / H1N1pdm09, sekarang dilindungi oleh vaksin flu tahunan untuk memastikan orang terlindungi.

    Flu babi jenis baru dengan beberapa perubahan

    Jenis flu baru yang telah diidentifikasi di Tiongkok mirip dengan flu babi 2009, tetapi dengan beberapa perubahan baru. Sejauh ini, virus yang ditemukan baru-baru ini tidak menimbulkan ancaman besar, tetapi Prof Kin-Chow Chang dan rekan-rekan yang telah menpelajarinya, mengatakan salah satu hal yang harus diawasi.

    Virus, yang oleh para peneliti disebut G4 EA H1N1, dapat tumbuh dan berkembang biak di sel-sel yang melapisi saluran udara manusia.

    Para penelitu menemukan bukti infeksi baru-baru ini mulai terjadi pada orang yang bekerja di RPH dan industri babi di Tiongkok. Vaksin flu saat ini tampaknya tidak cukup melindungi, meskipun dapat diadaptasi untuk memenuhinya jika diperlukan.

    "Saat ini kita sedang teralihkan dengan coronavirus dan memang begitu. Tetapi kita tidak boleh melupakan virus baru yang berpotensi berbahaya," tutur Prof. Kin-Chow Chang, yang bekerja di Universitas Nottingham di Inggris kepada BBC.

    Meskipun virus baru ini bukan masalah langsung untuk saat ini, ia memaparkan bahwa kita seharusnya tidak mengabaikannya. Meskipun, dunia tengah fokus pada pandemi covid-19.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id