Indonesia Gelar Kompetisi Inovasi Kesehatan Guna Kurangi Ketergantungan Produk Luar Negeri

    Hendrik Simorangkir - 17 November 2019 06:00 WIB
    Indonesia Gelar Kompetisi Inovasi Kesehatan Guna Kurangi Ketergantungan Produk Luar Negeri
    Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) menggelar kompetisi inovasi award III di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. (Foto: Dok. Medcom.id/Hendrik Simorangkir)
    Tangerang: Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) menggelar kompetisi inovasi award III di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Kompetisi tersebut digelar guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk asal luar negeri di bidang kesehatan.

    "Berharap produk yang telah dihasilkan para inovator bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk kesehatan dari luar negeri. Dengan begitu layanan kesehatan pun dapat diperoleh dengan mudah dan murah dari hasil karya anak bangsa," ujar Ketua Umum IndoHCF dr Supriyantoro, Minggu, 10 November 2019 lalu.

    Ia menambahkan saat ini produk kesehatan dalam negeri hanya menghasilkan sebanyak enam hingga delapan persen. Sehingga, lanjutnya, produk kesehatan masih murni di impor.

    "Produksi dalam negeri masih di bawah 10 persen. Kalau dari segi jumlah sebenarnya item banyak tetapi produk dalam negeri alat kesehatan terutama produk-produk yang nilainya murah, sehingga begitu dinilai transaksinya maka masih banyak yang dari luar negeri," ungkapnya.

    Supriyantoro mengatakan era revolusi industri 4.0 melalui big data, artificial intelligence, robotic, dan internet of things memberikan tantangan nyata yang tidak mudah di sektor kesehatan, sehingga butuh inovasi teknologi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan. 

    "Di era revolusi industri 4.0 saat ini, digitalisasi sudah masuk ke seluruh lini masyarakat. Tentunya untuk sektor pelayanan kesehatan yang lebih baik kita perlu berbagai macam inovasi kesehatan dengan suntikan teknologi terbaik," ungkapnya.

    Ia menjelaskan kompetisi inovasi di bidang kesehatan memunculkan solusi yang inovatif dan aplikatif untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Tanah Air.

    "Kami terus mendorong inovator tidak hanya bekerja sampai menemukan inovasi, tapi bagaimana mempertahankan inovasi tersebut agar terus berlanjut menjadi produk," katanya.

    Supriyantoro menuturkan pihaknya berkomitmen akan terus mendorong inovasi layanan dunia kesehatan di Indonesia. Adanya sejumlah inovasi yang muncul dapat mempermudah masyarakat mendapatkan informasi maupun akses layanan kesehatan dengan mudah dan cepat di seluruh pelosok negeri.

    "Ini sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo, yakni Indonesia yang lebih mandiri. Semoga dengan acara ini (IndoHCF Innovation Award) dapat semakin memacu SDM di sektor kesehatan untuk menciptakan berbagai inovasi kesehatan sehingga kualitas kesehatan masyarakat Indonesia semakin meningkat," jelasnya.

    Ia menjelaskan Indonesia dengan Jepang kembali melakukan kerja sama dalam bidang teknologi medis. Ia menambahkan kerja sama itu hanya mengadopsi berbagai teknologi.

    "Sebetulnya kerja sama dengan jepang itu bagaimana mengadopsi berbagai teknologi dan termasuk bagaimana kita bersinergi dengan teknologi terkini yang ada di jepang. Sehingga tetap untuk dalam negeri bagaimana mengoptimalkan SDM yang ada tanpa meninggalkan teknologi yang maju," tutupnya. 



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id