Belum Ada Vaksin khusus untuk Virus Korona

    Raka Lestari - 28 Januari 2020 12:30 WIB
    Belum Ada Vaksin khusus untuk Virus Korona
    Apabila Anda terpaksa harus mengunjungi negara outbreak atau negara yang sudah terjangkit wabah ini, berikut hal-halyang sebaiknya Anda lakukan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut yang menyerang jaringan paru-paru akibat adanya mikrorganisme seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya pneumonia disebabkan oleh streptococcus, staphylococcus, dan lagionella.  

    Namun, penyebab merebaknya wabah coronavirus atau virus Korona yang berasal dari Wuhan ini bukan berasal dari virus biasa yang menyebabkan penyakit pneumonia. 

    Virus yang menyebabkan wabah ini adalah novel Coronavirus (nCov) atau virus Korona. Virus Korona sebelumnya juga menyebabkan munculnya penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome(MERS) yang menjangkiti ribuan orang di dunia.

    “Meskipun sudah ada beberapa vaksin untuk mencegah pneumonia, seperti vaksin pneumokokus (PCV atau PPSV23), dan vaksin Hib, namun sayangnya belum ada vaksin khusus untuk mencegah virus penyebab wabah pneumonia yang mewabah saat ini," ujar dr. Feni Fitriani, Sp.P (K), M.Pd.Ked, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan Konsultan Paru Kerja dan Lingkungan, RS Pondok Indah - Bintaro Jaya. 

    "Hal ini karena pneumonia pada kasus outbreak saat ini disebabkan oleh virus Korona jenis baru,” tambahnya lagi. 

    Apabila Anda terpaksa harus mengunjungi negara outbreak atau negara yang sudah terjangkit wabah ini, berikut hal-halyang sebaiknya Anda lakukan:

    • Hindari menyentuh hewan atau burung

    • Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan, atau pasar hewan hidup

    • Hindari kontak dekat dengan orang yang memiliki gejala infeksi saluran napas

    • Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan

    • Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan segera

    • Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit 

    Menurut dr. Feni, wabah ini memang belum ada obatnya. Namun, dengan menjaga daya tahan tubuh dan menjalani perilaku hidup bersih serta gaya hidup yang sehat, kita dapat mencegah penyebaran penyakit ini lebih luas.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id