Waspada, Cara Berjalan Menunjukkan Kondisi Kesehatan

    Anda Nurlaila - 20 Agustus 2019 10:48 WIB
    Waspada, Cara Berjalan Menunjukkan Kondisi Kesehatan
    Mereka yang berjalan lebih cepat memiliki peluang hidup lebih lama.(Foto: EVG/Pexels)
    Jakarta: Berjalan bukan sekadar melangkah dari satu titik ke titik lain. Ini merupakan sebuah proses kompleks dari ujung kepala hingga ujung jari.

    Mengutip WebMD, cara berjalan, postur tubuh, dan kecepatan saat melangkah dapat memberi petunjuk penting tentang kesehatan dan kepribadian seseorang. Berikut beberapa di antaranya:

    -Berjalan cepat

    Mereka yang berjalan lebih cepat memiliki peluang hidup lebih lama. Penelitian pada orang di atas usia 65 tahun menunjukkan bahwa orang yang berjalan lebih cepat cenderung hidup lebih lama. Namun hal ini tidak berlaku terbalik.

    Anda tidak bisa berharap memperpanjang hidup dengan mendorong diri bergerak lebih cepat. Langkah lambat mencerminkan masalah mendasar yang mungkin merugikan kesehatan secara keseluruhan.

    -Berjalan cenderung ke kiri

    Ketika tegang dan khawatir, Anda cenderung tidak berjalan ke arah kanan. Para peneliti melacak pergerakan orang ketika berjalan dengan mata tertutup. Hasilnya, semakin stres seseorang, semakin jauh mereka dari berjalan lurus. Ini mungkin karena sisi kanan otak bekerja lebih keras menangani keraguan dan ketakutan Anda.

    -Berjinjit

    Kemungkinan ada masalah mekanis. Seorang anak yang belajar jalan wajar menggunakan ujung kaki. Namun jika bertambah besar kebiasaan ini tidak hilang, ada kemungkinan tendon achilles mereka terlalu pendek sehingga tumit sulit menyentuh tanah dengan nyaman. Atau dapat menjadi tanda masalah otot seperti cerebral palsy atau distrofi otot atau anak dengan autisme.

    -Pincang

    Cedera yang tak terduga atau tanpa disadari dapat menyebabkan pincang. Namun cara berjalan ini bisa menjadi pertanda sesuatu yang lebih serius. Jika Anda lebih menyukai bertumpu di salah satu kaki, atau salah satu kaki lemas saat berjalan, ini mungkin gejala jenis radang sendi yang membuat sendi Anda makin nyeri seiring waktu.

    -Tidak seimbang

    Tes berjalan sering dipakai polisi untuk para pengemudi yang mabuk. Tujuannya menguji apakah otak seseorang mampu menjaga mereka tetap stabil saat berjalan. Penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan hal-hal seperti kelemahan otot dan kehilangan orientasi. Menghindari kebiasaan minum alkohol dapat menghilangkannya.  

    -Langkah berat

    Jika saat berjalan Anda seperti sedang menaiki tangga, mungkin Anda mengalami kelemahan otot. Ini membuat kaki terasa diseret saat berjalan. Umumnya ini terjadi hanya pada satu kaki tapi kadang dapat memengaruhi kedua kaki. Penyebabnya bisa akibat luka pada saraf kaki, atau tanda gangguan pada saraf, otot, otak, atau gangguan tulang belakang seperti distrofi otot atau multiple sclerosis.

    -Jalan lebih lambat dari yang sebelumnya

    Para ilmuwan mengatakan perubahan dalam kecepatan berjalan dari waktu ke waktu bisa menjadi salah satu cara untuk memprediksi ada gangguan Alzheimer atau masalah memori lainnya. Jika penyebabnya Alzheimer, gangguan berjalan Anda akan semakin memburuk.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id