5 Penyakit yang Sering Berjangkit di Sekolah

    Anda Nurlaila - 02 Desember 2019 17:53 WIB
    5 Penyakit yang Sering Berjangkit di Sekolah
    Beberapa penyakit ini biasa terjadi pada anak-anak dan dapat terjadi di lingkungan sekitarnya. Berikut informasinya. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Sepulang sekolah anak-anak mungkin membawa banyak cerita tentang teman, pelajaran atau proyek karya seni. Tapi tak jarang pula anak kembali dengan batuk, demam, atau kepala yang penuh kutu.  

    "Ketika anak-anak berada dalam kontak dekat mereka akan saling menginfeksi," kata profesor pediatri di Vanderbilt University, di Nashville Kathryn Edwards seperti dilansir Parents.

    Memberi vaksin pada anak dapat mencegah penyakit berat seperti cacar air dan campak. Namun ada beberapa penyakit umum yang dapat menyerang anak. Orang tua perlu mengajari anak trik sederhana untuk menghindarinya. Meski tidak menjamin 100 persen, anak dapat mengurangi waktu istirahat di rumah akibat sakit.

    1. Pilek

    Penyakit ini memiliki gejala yang akrab seperti hidung meler, bersin, batuk. Pilek adalah penyakit paling umum pada anak. Penyebarannya akibat kuman yang dikeluarkan anak yang sedang bersin. Atau saat anak menyeka hidung kemudian memegang pensil atau mainan.

    Pencegahan

    Beri tahu anak Anda untuk tidak menyentuh wajahnya atau menggosok mata atau hidungnya. Ajari dia untuk mencuci tangan dengan sabun. Salah satu caranya adalah menaburkan bubuk kayu manis di jari-jarinya. Anak akan dapat melihat bagaimana cara membersihkan tangannya untuk menghilangkan rempah tersebut.

    Presiden National Association of School Nurses Linda Davis-Alldritt mengatakan ajari anak untuk mencuci tangan setelah berolahraga dan istirahat dan sebelum makan siang dan waktu camilan. Jika dia sakit, ajarkan gerakan "vampir", yaitu batuk atau bersin ke sikunya atau seperti gerakan Dracula ke jubahnya.

    Penanganan

    Tidak ada obat untuk penyakit ini, tapi Anda bisa meredakan ketidaknyamanan anak. Minum banyak cairan bening agar tetap terhidrasi, meringankan hidung tersumbat dengan tetes hidung garam atau gunakan pelembap udara. Obat flu tidak aman untuk anak di bawah enam tahun, sehingga lebih baik berkonsultasilah dengan dokter sebelum memberikannya kepada anak.

    5 Penyakit yang Sering Berjangkit di Sekolah
    (Pilek adalah penyakit paling umum pada anak. Penyebarannya akibat kuman yang dikeluarkan anak yang sedang bersin. Beri tahu anak Anda untuk tidak menyentuh wajahnya atau menggosok mata atau hidungnya. Foto: Pexels.com)

    2. Influenza

    Flu adalah penyakit pernapasan yang melemahkan dan membuatnya harus beristirahat di rumah selama beberapa hari hingga seminggu. Gejala-gejalanya antara lain menggigil, demam, sangat lelah, sakit tubuh, dan mungkin hidung tersumbat atau batuk.

    Cara penyebaran

    Virus flu sangat menular dan dapat ditularkan baik melalui udara maupun dengan sentuhan. Seorang anak dapat menular selama sehari penuh sebelum ia menunjukkan tanda-tanda penyakit.

    Pencegahan

    Kathleen Reilly dalam "How to Keep Kids Healthy in School," di Parents menyebutkan suntikan flu atau vaksin hidung sejauh ini merupakan senjata terbaik. Mereka tidak 100 persen efektif, jadi ada kemungkinan anak Anda akan tetap sakit, tetapi gejalanya tidak akan terlalu parah dan kemungkinannya lebih kecil untuk menderita komplikasi, seperti pneumonia, daripada jika ia tidak divaksinasi. Beri anak banyak cairan dan istirahat.

    3. Penyakit mata yang menular

    Radang selaput yang melapisi kelopak mata ini atau  konjungtivitis menyebabkan gatal, kemerahan, nyeri mata, dan penglihatan kabur. Biasanya, kerak akan muncul di sekitar kelopak mata dan bulu mata anak. Cairan putih, kuning atau hijau di salah satu atau kedua mata saat bangun.

    Pada beberapa kasus bagian putih mata dapat berubah menjadi merah atau merah muda. Anak juga dapat terinfeksi jika dia tidak berhenti menggosok matanya atau mengeluh bahwa mata mereka terbakar.

    Penularan

    Sebagian mata merah akibat alergi atau iritasi, tapi penyebab utamanya adalah virus dan bakteri yang sangat menular. Konjungtivitis cenderung memuncak selama musim dingin atau musim hujan.

    Anak terinfeksi mungkin terlihat menggosok-gosok mata dan menyentuhnya. Berbagi handuk untuk mengeringkan tangan dan wajah juga dapat menyebabkan infeksi. Ingatkan anak untuk lebih sering mencuci tangan dan menghindari menggosok mata. Pastikan pula anak tidak berbagi handuk, selimut atau bantal di saat jam istirahat.

    Pengobatan

    Dokter dapat memberi resep obat tetes mata antibiotik. Anak dapat masuk sekolah bila sudah menggunakannya selama 24 jam. Jaga kebersihan tangannya, karena mata merah muda dapat dengan mudah menyebar dari satu mata ke mata lain atau ke orang lain. Penyakit ini juga dapat kambuh. Pastikan memisahkan handuknya dari orang lain di rumah.

    4. Radang Tenggorokan Strep

    Sementara pilek atau flu dapat menyebabkan sakit tenggorokan, ciri khas strep adalah sakit tenggorokan yang parah, terutama saat menelan. Penyebabnya bakteri streptococcus yang biasanya tidak memicu hidung tersumbat, bersin, atau batuk.

    Anak Anda mungkin memiliki bintik-bintik putih atau kekuningan pada amandelnya atau pembengkakan kelenjar getah bening di lehernya, dan demam yang tiba-tiba melonjak di atas 38 derajat Celsius.

    Penularan

    "Selain melalui bersin dan batuk, bakteri ini dapat hidup dalam waktu singkat di permukaan seperti gagang pintu dan gagang keran," kata Dr. Edwards. Ajari anak untuk menjauhi teman yang sedang sakit atau mengeluh sakit tenggorokan.

    Pengobatan

    Jika diagnosisnya strep, resep antibiotik dapat membuatnya merasa lebih baik dengan cepat. Namun selesaikan perawatan. Anak tidak dapat sekolah sampai ia minum antibiotik setidaknya selama 24 jam.

    5 Penyakit yang Sering Berjangkit di Sekolah
    (Ajari si kecil untuk mencuci tangan setelah berolahraga dan istirahat dan sebelum makan siang dan waktu camilan. Foto: Pexels.com)

    5. Kutu rambut

    Anak yang sering menggaruk kepala atau mengatakan ada yang menggelitik di kepalanya, perhatian kulit kepalanya. Mungkin ada kutu di sana. Dalam laman yang sama disebutkan, 22 juta anak di penitipan anak, pra sekolah dan sekolah dasar dihinggapi hewan kecil ini setiap tahun.

    Telur kutu juga dapat menempel pada batang rambut. Kutu lebih aktif di malam hari sehingga anak kesulitan tidur atau lebih mudah tersinggung di pagi hari.

    Penularan

    Kutu tidak bisa melompat atau terbang, tapi parasit berpindah saat anak-anak dalam kontak yang dekat seperti berkumpul bersama di karpet atau mengerjakan PR.

    Pencegahan

    Kutu dapat melekat pada hampir semua barang. Beri tahu anak Anda agar tidak mencoba syal, topi, atau jaket temannya. Jika ada temannya yang berkutu periksa kepala anak. Kepang dan kuncir kuda dapat meminimalkan kontak yang tidak disengaja.

    Penanganan

    Selain resep dokter, beberapa perawatan kutu yang dijual bebas. Sampo, krim bilas dan sisi bergigi halus dapat Anda gunakan untuk mengurangi kutu. Pastikan mencuci sprei, sarung bantal dan pakaian yang telah dia gunakan.

    Kutu dewasa dapat bertahan hidup selama beberapa hari, dan telur kutu dapat bertahan selama seminggu jauh dari kondisi ideal di kepala anak Anda. Barang yang tidak dapat dicuci sebaiknya ditempatkan dalam kantong plastik tertutup selama dua hari.

    Kapan anak-anak harus istirahat di rumah

    Saat anak batuk kering atau pilek telah menjalani perawatan kutu rambut, anak dapat bersekolah. Tapi ada beberapa kondisi yang mungkin membuat Anda harus meminta anak istirahat di rumah, yaitu:
    - muntah atau diare.
    - mengalami demam di atas 38 derajat Celsius dalam 24 jam terakhir.
    - muncul ruam yang tidak dapat dijelaskan, yang bisa menjadi tanda cacar air, virus, atau infeksi lain dan Anda belum berkunjung ke dokter.
    - mengalami batuk parah, yang bisa menjadi tanda batuk rejan.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id