Ini Berbagai Sektor yang Berperan Memerangi Resistensi Antibiotik

    Kumara Anggita - 22 November 2019 19:04 WIB
    Ini Berbagai Sektor yang Berperan Memerangi Resistensi Antibiotik
    Acara Konferensi Pers World Antibiotic Awareness Week 2019. (Foto: Kumara/Medcom.id)
    Depok: Resistensi antibiotik sungguh merugikan banyak masyarakat. Karena itu, semua sektor seperti akademisi, pertanian, peternakan, masyarakat dan lain-lain perlu untuk berkomitmen memerangi ancaman kesehatan masyarakat global akibat resistensi antibiotik atau Antimicrobial Resistance (AMR).

    Saat ini, resistensi antibiotik diperkirakan mengakibatkan 700 ribu kematian di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa jika tidak ada tindakan yang diambil, resistensi antibiotik diperkirakan akan mengakibatkan sekitar 10 juta kematian secara global setiap tahunnya pada 2020.

    Tindakan bisa dimulai dari rumah sakit. Sebab tempat ini berperan sebagai salah satu area berkembangnya kuman atau mikroba resisten antibiotik yang kemudian menyebar ke masyarakat dan lingkungan. Contohnya adalah kuman atau mikroba Streptococcus Pneumoniae, Staphylococcus Aureus, Klebsiela pneumoniae dan Escherichia Coli.

    Pemakaian antibiotikan yang tak rasional di rumah sakit dapat meningkatkan perkembangan kuman resisten antibiotik. Hasil survei yang dilakukan oleh KPRA pada tahun 2013-2016, di enam rumah sakit pendidikan terpilih di Sumatera, Jawa, dan Bali menunjukkan, sebanyak 50-82 persen bakteri gram negatif yang terdapat di lingkungan rumah sakit bersifat resisten terhadap golongan antibiotik yang banyak digunakan untuk pengobatakn penyakit infeksi.

    Tak hanya itu, masyarakat juga ikut berperan di sini. Sebab Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan bahwa, 35.2 persen masyarakat Indonesia menyimpan obat untuk swamdikasi dan 86.1 persen dari kelompok tersebut menyimpan antibiotik yang diperoleh tanpa resep.

    Begitu juga dengan peternakan. Praktik umum peternakan di Indonesia masih banyak yang menggunakan pakan yang mengandung antibiotik pemacu perrtumbuhan. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian sudah mengatur pembatasan penggunaaan antibitoik di peternakan melalui pasal 17 Permentan Nomor 14 Tahun 2017.

    Tingginya tingkat resistensi antimikroba menjadi ancaman di seluruh dunia terhadap keselamatan dan kualitas pelayanan pasien. Antimicrobial Stewardship Program (ASP) adalah pendekatan untuk mengurangi resistensi animikroba, mencegah penyebaran mikroba resisten, mencapai hasil klinis yang lebih baik, serta mengurangi biaya perawatan akibat penggunaan antimikroba yang tak optimal.

    “Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) mewajibkan setiap rumah sakit di Indonesia untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program penggunaan antibitik yang bijak melalui penerapan Program Pengendalian Resistensi Antibiotik," ujar Direktur Umum RS UI, Dokter Budiman Bela di Depok.

    Menurutnya. di samping berupaya menerapkan prdoman PPRA Nasional, RSUI sebagai bagian dari Academic Health System (AHS) Universitas Indonesia bekerja sama dengan komite PPRA RSUI telah mengusulkan diadakannya penelitian bersama fasilitas layanan kesehatan yang terlibat dalam AHS UI. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai penggunaan antibiotik, pola mikroba dan resistensi.

    "Kegiatan PPRA RSUI merupakan salah satu upaya untuk mengikuti pedoman yang telah ditetapkan secara internasional maupun nasional dalam rangka menjamin keselamatan pasien dan memaksimalkan pelayanan kepada pasien dengan mencegah pengingkatan angka resistensi bakteri,” sambungnya.

    Saat ini, Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) didukung oleh berbagai pihak seperti Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pertanian RI, World Health Organization Indonesia (WHO), Komite Pencegahan Resistensi Antimikroba Nasional (KPRA) dan pihak produsen obat ingin mencegah resitensi antibiotik ini dengan saling berkolaborasi pada berbagai sektor.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id