comscore

Jutaan Kematian Akibat Kanker Paru-paru

Dhaifurrakhman Abas - 03 Maret 2019 13:28 WIB
Jutaan Kematian Akibat Kanker Paru-paru
Adapun kategori yang paling rentan terserang adalah laki-laki berusia di atas 40 tahun dan perokok aktif. (Foto Ilustrasi: Dmitry Ermakov/Unsplash.com)
Jakarta: Kanker paru-paru menjadi salah satu momok bagi manusia. Sebabnya, penyakit ini merupakan salah satu yang bertanggung jawab atas tingginya angka kematian jutaan manusia di bumi ini.

Ambil misal data Global Cancer Observatory (Globocan) 2018 yang menunjukkan ada sekitar 2 juta kasus baru kanker paru-paru di seluruh dunia. Dari total kasus itu, terjadi angka kematian mencapai 1,8 juta jiwa.
Sementara di ranah nasional, kanker paru-paru diperkirakan menyerang 40 dari 100 ribu jiwa. Adapun kategori yang paling rentan terserang adalah laki-laki berusia di atas 40 tahun dan perokok aktif.

"Namun baik pada perempuan maupun pria, kanker paru adalah penyebab kematian yang setara," kata Dokter Spesialis Paru, dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Sita Andarini SpP(K), Ph.D.

Sita menambahkan, kasus kanker paru-paru meningkat begitu pesat. Sepanjang 2010, menurut data dari Poliklinik Onkologi Paru RS Persahabatan, tercatat 1.500 kasus per tahun. Hal ini terus meningkat hingga pengujung 2018.

“Jika dihitung, ada sekitar 6 orang yang terserang kanker paru setiap harinya,” tambah dia.

Baca juga: Warisan Dunia dalam Ancaman Pemanasan Global

Sayangnya, untuk menekan angka serangan penyakit paru tidaklah mudah. Apalagi, kanker paru merupakan salah satu penyakit pintar yang sulit diberantas oleh sel imun tubuh.

Meski begitu, Sita mengatakan, ada beberapa cara medis dalam memberantas penyakit kanker paru-paru. Misalnya saja kemoterapi dan operasi. Teranyar, ahli medis menguji pengobatan dengan metode imunoterapi.

“Beberapa penelitian menunjukkan, pasien kanker paru yang diberikan imunoterapi memiliki respons terapi yang lebih baik ketimbang kemoterapi. Perkembangan tumor yang bisa dihentikan dan memperpanjang harapan hidup,” ungkap Sita.

Sita bilang, konsep imunoterapi adalah memberdayakan sel-sel imun agar lebih aktif melawan sel kanker. Secara ringkas, imunoterapi merupakan cara “memperpintar” sel imun tubuh agar bisa mendeteksi sel-sel kanker paru, yang terkenal sulit dideteksi.

Hasilnya, imunoterapi cukup baik dalam membantu melawan penyakit paru. Hal ini digadang-gadang menjadi solusi baru untuk membantu melawan penyakit yang menjadi momok menakutkan tersebut.

(FIR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id