Penyebab Seseorang Terkena Kanker dan Cara Pencegahaannya

    Raka Lestari - 26 Maret 2020 17:03 WIB
    Penyebab Seseorang Terkena Kanker dan Cara Pencegahaannya
    Simbol pita peduli kanker. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Kanker adalah penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali yang menyebabkan jaringan tubuh normal rusak. Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) kanker merupakan salah satu penyakit penyumbang angka kematian paling banyak di dunia.

    Di Indonesia sendiri Kanker Paru, Kanker Hati, Kanker Payudara, dan Kanker Leher Rahim merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemukan. 

    "Kanker itu berasal dari genetik. Bukan berarti dari keluarga, tapi adanya perubahan dari gen kita. Dari zat kimia, merokok, dan sebagainya," ujar Dr. dr. Ikhwan Rinaldi, Sp.PD-KHOM, selaku Ahli Hematologi Onkologi Medik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

    Sebelum menyebar terlalu luas, ketahuilah bagaimana awalnya tanda-tanda timbulnya penyakit kanker.

    "Umumnya, ada benjolan kecil, karena kanker sifatnya jadi lebih keras pada perabaan. Kedua, tidak nyeri, kecuali sudah besar dan membesar ke jaringan sekitar," ujar dr. Ikhwan.

    Tanda selanjutnya, ketika disentuh oleh tangan, benjolan kecil itu tidak bergerak atau kesannya menempel. Itulah tanda-tanda kanker ganas. Ada juga kanker yang jinak.

    Namun, gejala tersebut masih merupakan tanda yang umumnya terjadi, bukan sebagai tanda mutlak bagi pasien terdeteksi kanker. Meskipun demikian, benjolan kecil bisa menjadi patokan utama untuk bersikap lebih waspada. 

    Namun sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker. "Pertama, meningkatkan aktivitas fisik secara teratur. Latihan yang sedang sampai kuat dianjurkan dilakukan paling sedikit 30 menit hampir setiap hari. Kedua, menghindari berat badan berlebih dan kenaikan berat badan pada orang dewasa," tutur dr. Ikhwan.

    Kemudian, membatasi konsumsi alkohol. Juga mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, serta menghindari karbohidrat dan gula olahan. 

    Selanjutnya, mengganti daging merah dan produks susu dengan ikan, kacang dan polong-polongan. Pertimbangkan juga untuk mendapatkan suplementasi vitamin D3 1000 unit perhari saat sinar matahari berintensitas rendah.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id