Cara Sederhana Memperlambat Parkinson

    Anggi Tondi Martaon - 12 Desember 2017 15:37 WIB
    Cara Sederhana Memperlambat Parkinson
    Ilustrasi. Shutterstock
    Jakarta: Gejala penyakit Parkinson antara lain Anda merasakan lemah atau kaku pada sebagian tubuh dan gemetaran halus di salah satu tangan. Hasil penelitian terbaru menemukan cara sederhana mencegah berkembangnya Parkinson adalah dengan rutin berolahraga.

    "Jika Anda menderita penyakit Parkinson dan Anda ingin menunda perkembangan gejala, Anda harus berolahraga tiga kali seminggu dengan detak jantung Anda maksimal antara 80 sampai 85 persen. Sederhana saja," kata Daniel Corcos, penulis utama studi Northwestern University's Feinberg School of Medicine di Chicago.

    Corcos menjelaskan, penelitiannya melibatkan 128 pasien, berusia 40 sampai 80 tahun, yang divonis menderita Parkinson stadium awal. Ia memberikan jadwal latihan kepada beberapa pasien dengan intensitas tinggi sebanyak tiga kali seminggu selama enam bulan.

    Sedangkan kepada beberapa pasien tersisa, peneliti memberikan latihan dengan intesitas sedang dan  tidak olahraga. Hasilnya, penundaan perkembangan penyakit Parkinson terlihat pada kelompok yang rutin olahraga.

    Corcos menyebutkan, seseorang harus berolahraga diambang batas denyut jantung yang telah ditentukan. Jika tidak, usaha yang Anda lakukan untuk memperlambat penyakit yang menyerang bagaian tengah akan sia-sia.

    Menurut Corcos, obat-obatan tidak akan mampu memperlambat perkembangan penyakit Parkinson. Selain memiliki efek samping yang berbahaya, efektivitas obat akan menurun seiring waktu.

    "Semakin dini Anda mengintervensi (dengan olahraga intensif), semakin besar kemungkinan Anda dapat mencegah perkembangan penyakit ini," ujar profesor terapi fisik dan ilmu gerakan manusia ini.

    Namun, Corcos menyebutkan cara yang diperkenalkan timnya itu hanya dapat menahan perkembangan penyakit Parkinson selama enam bulan. "Apakah kita dapat mencegah perkembangan lebih dari enam bulan? Memerlukan studi lebih lanjut."

    Meski begitu, Corcos menegaskan bahwa hasil penelitianya mematahkan anggapan yang bertahan selama ini bahwa latihan terlalu intensif membuat fisik penderita Parkinson menjadi stres.

    (TRK)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id