Penyebab Tertawa Gugup

    Kumara Anggita - 07 November 2019 11:20 WIB
    Penyebab Tertawa Gugup
    Tak semua tertawa berhubungan dengan sesuatu yang lucu--Ilustrasi--(Foto:iStock)
    Jakarta: Tak semua tertawa berhubungan dengan sesuatu yang lucu atau menyenangkan. Ada pula tawa yang muncul karena Anda dalam situasi yang tegang.

    Hal ini terjadi bukan karena Anda gila melainkan disebut tawa gugup. Tertawa karena ada emosi yang muncul namun situasinya tidak tepat.

    Dilansir dari Healthline, tawa gugup terjadi karena sejumlah alasan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tubuh Anda menggunakan mekanisme semacam ini untuk mengatur emosi. Penelitian lain menemukan bahwa tawa gugup mungkin merupakan sebuah mekanisme pertahanan guna melawan emosi yang membuat kita merasa lemah atau rentan.

    Mengapa orang tertawa ketika gugup?

    Psikolog Universitas Yale Stanley Milgram melakukan sebuah studi  tentang tawa gugup pada 1960-an. Penelitiannya mengungkapkan bahwa orang sering tertawa gugup dalam situasi yang tidak nyaman.

    Dalam studinya, orang diminta untuk menyetrumkan listrik ke orang asing, dengan kejutan listrik yang semakin kuat (hingga 450 volt). “Orang Asing" dalam kasus ini adalah peneliti yang terlibat dalam penelitian ini. Mereka sebenarnya tidak terkejut. Mereka justru cenderung menertawakan situasinya ketika volts-nya semakin tinggi.

    Ilmuan Saraf V.S. Ramachandran mengeksplorasi ide ini dalam bukunya “A Brief Tour of Human Consciousness.”  Dia mengusulkan bahwa tawa pertama kali muncul dalam sejarah manusia sebagai cara untuk menunjukkan kepada orang-orang di sekitar kita bahwa apa pun yang membuat kita tertawa bukanlah ancaman atau sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

    Jadi, manusia pada dasarnya meyakinkan diri sendiri bahwa apa pun yang membuat dirinya meraasa tidak nyaman bukanlah masalah besar ketika ditertawakan.

    Ini bisa merupakan hasil dari mekanisme pertahanan kognitif untuk menurunkan kecemasan  terkait dengan ketidaknyamanan atau bisa juga menunjukkan ada sebuah ancaman yang tidak perlu dikhawatirkan.

    Ramachandran juga mengatakan bahwa tertawa membantu kita sembuh dari trauma dengan mengalihkan diri dari rasa sakit dan ke emosi positif. Ini bisa menjadi alasan mengapa tawa gugup dapat terjadi bahkan pada saat pemakaman atau peristiwa menyedihkan dan traumatis lainnya.

    Para peneliti juga menemukan adanya hubungan antara emosi kuat yang Anda rasakan ketika Anda melihat bayi yang lucu. Saat itu terjadi, rasanya Anda ingin mencubit pipinya dan berbicara dengannya dengan suara aneh. Ini serupa dengan mekanisme  keinginan untuk tertawa ketika Anda gugup atau cemas.

    Karena itu, tawa gugup juga mungkin hanya menjadi bagian dari pola dalam otak dalam bereaksi dengan segala macam emosi yang kuat.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id