Risiko Melakukan Isi Ulang Air pada Kemasan Botol Plastik

    Raka Lestari - 02 Agustus 2019 12:10 WIB
    Risiko Melakukan Isi Ulang Air pada Kemasan Botol Plastik
    Ilustrasi--Foto:FabrikaSimf/Shutterstock
    Dilansir dari Reader's Digest, penggunaan botol plastik kemasan untuk air minum mengandung Bisphenol A. Bahan kimia berbahaya ini dapat membuat air di dalamnya lebih cepat menumbuhkan bakteri berbahaya ketika botol dibuka dan memiliki dampak kesehatan yang sangat serius.


    Jakarta:
    Masih banyak orang yang melakukan kebiasaan mengisi ulang air minum menggunakan botol plastik. Mungkin mengisi ulang air minum Anda terdengar lebih hemat dan ramah lingkungan. Namun hal tersebut justru akan berdampak sebaliknya jika Anda menggunakan botol minum plastik sekali pakai.
     
    Dilansir dari Reader's Digest, penggunaan botol plastik kemasan untuk air minum mengandung Bisphenol A (yang lebih dikenal dengan BPA), bahan kimia yang digunakan dalam industri plastik. Bahan kimia berbahaya ini dapat membuat air di dalamnya lebih cepat menumbuhkan bakteri berbahaya ketika botol dibuka dan memiliki dampak kesehatan yang sangat serius.
     
    Kent Atherton, CEO PuriBloc technology, menjelaskan tentang risiko penggunaan kembali botol plastik. Menurutnya banyak orang membeli botol air dalam kemasan dan mereka percaya bahwa itu merupakan pilihan yang lebih sehat.

    "Padahal justru hal yang terjadi adalah kebalikannya. Bahkan produk yang menyebutkan bebas BPA pun tidak sepenuhnya aman karena para produsen saat ini menggantinya dengan bahan kimia estrogenic lainnya, yang masih belum diketahui secara luas, yang dapat menimbulkan bahaya yang sama bagi kesehatan manusia," ujar Atherton.
     
    Bahan kimia estrogenik ini dapat memiliki efek negatif pada keseimbangan hormon manusia, tetapi potensi bahaya botol air plastik tidak berhenti di situ. Dalam sebuah penelitian terhadap 259 botol air plastik di State University of New York di Fredonia, para ilmuwan menemukan bahwa 93% botol yang disurvei memiliki beberapa bentuk kontaminasi mikroplastik.

    Selain itu, botol plastik sekali pakai sebagian besar terbuat dari polietilen tereftalat atau PET yang aman digunakan tetapi tidak untuk digunakan kembali. Plastik ini dapat melarutkan bahan kimia ke dalam air minum Anda jika dipanaskan atau tergores.
     
    Ada juga faktor bakteri yang perlu dipertimbangkan. Sebab botol juga bersentuhan dengan mulut dan tangan yang merupakan tempat berkumpulnya kuman.

    "Bukan mereka kecil, yang membuat mereka sulit dibersihkan. Ini, dikombinasikan dengan lingkungannya yang lembab, dapat membuat botol air menjadi tempat berkembang biak bakteri," ujar Profesor Stephanie Liberatore dalam jurnal akademik The Science Teacher.
     
    Untuk tetap bisa menghidrasi tanpa membahayakan, sebaiknya Anda harus menghindari penggunaan kembali botol sekali pakai. Sebagai gantinya, buang botol minum plastik sekali setelah satu kali digunakan atau menggunakan botol plastik bebas BPA atau yang terbuat dari kaca atau stainless steel.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id