MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Minum Kopi Bikin Cemas, Apa Penyebabnya?

    Raka Lestari - 11 April 2019 13:13 WIB
    Minum Kopi Bikin Cemas, Apa Penyebabnya?
    Tidak ada ukuran pasti mengenai jumlah kafein yang sebaiknya dikonsumsi oleh setiap orang. (Foto Ilustrasi: Snapbythree/Unsplash)
    Bukan tanpa alasan jika menyeruput kopi bisa menimbulkan kecemasan. Sbeab efek alami dari kafein adalah dengan merangsang sejumlah sensasi, seperti detak jantung Anda lebih cepat, tubuh Anda memanas, dan laju pernapasan Anda meningkat.


    Jakarta: Kopi dikonsumsi karena memiliki banyak manfaat. Apalagi pada era kekinian, kurang lengkap menjalani hari, jika tanpa menyeruput kopi. Tak ayal, kopi menjadi gaya hidup lantaran menambah semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
    Namun, ada fakta yang cukup mencengangkan. Terlalu banyak meminum kopi ternyata menyebabkan seseorang merasa gugup. Itu karena stimulan kuat yang secara alami ditemukan dalam biji kopi yang memicu lonjakan kecemasan dengan mempercepat fungsi tubuh.

    "Secara keseluruhan, kafein sering menjadi berita buruk bagi orang-orang dengan kecemasan," kata Susan Bowling, PsyD, seorang psikolog di Women's Health Center di Wooster Branch of Cleveland Clinic.

    "Secara psikologis, sulit bagi pikiran Anda untuk mengenali bahwa ini bukan kecemasan karena rasanya sama. Gelisah, gugup, sakit kepala, berkeringat, susah tidur, dan berdenging di telinga adalah tanda umum lain dari kecemasan yang dipicu kafein," terang Bowling kepada Health

    Baca juga: Cara Membuat Es Krim dengan Nitrogen

    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein (sekitar dua cangkir kopi) dapat meningkatkan kemungkinan kecemasan dan serangan panik pada orang yang peka terhadap situasi.

    "Ini sangat kuat sehingga gangguan kecemasan yang disebabkan kafein adalah subkelas dalam manual diagnostik DSM-5," tambahnya.

    Namun kafein, yang merupakan zat psikoaktif paling umum dikonsumsi di dunia, tidak selalu bereaksi sama di setiap orang.

    "Beberapa orang dapat mentolerir sedikit kafein dan yang lain sangat sensitif terhadapnya. Ini terutama didasarkan pada genetika Anda. Dan orang-orang yang sensitif terhadap efek kafein dapat memetabolisme lebih cepat daripada yang lain," tegas Bowling.

    Jika Anda cenderung merasa cemas setelah minum kopi, konsumsi kafein secara teratur dapat membuat Anda merasa lebih buruk. Meskipun tidak ada ukuran pasti mengenai jumlah kafein yang sebaiknya dikonsumsi oleh setiap orang, para ahli menyarankan untuk meminum kopi dalam jumlah sedang untuk mendapatkan manfaat kopi. Seperti untuk penyakit jantung dan diabetes tipe 2 yang lebih rendah.

    "Satu atau dua cangkir kopi per hari adalah jumlah maksimal dan usahakan tanpa pemanis atau krim tambahan," terang Lauren Slayton, RDN, ahli gizi dan pendiri Foodtrain di New York.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id