5 Perubahan Gaya Hidup untuk Tangani Jerawat

    Sunnaholomi Halakrispen - 18 September 2020 15:30 WIB
    5 Perubahan Gaya Hidup untuk Tangani Jerawat
    Menyentuh luka jerawat akan mengiritasi kulit, bisa memperburuk jerawat, dan bisa menyebarkan jerawat ke area lain. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Seiring dengan pengobatan rumahan, perubahan gaya hidup tertentu dapat memiliki efek yang kuat untuk menjaga kesehatan tubuh. Termasuk untuk membuat kulit tidak terlalu berminyak dan mengurangi munculnya jerawat.

    Dikutip dari Medical News Today, setidaknya ada lima perubahan gaya hidup untuk mengatasi jerawat. Berikut kelima tips tersebut.

    1. Jangan pernah menyentuh jerawat

    Kebiasaan ini bisa sangat menggoda. Akan tetapi, menyentuh luka jerawat akan mengiritasi kulit, bisa memperburuk jerawat, dan bisa menyebarkan jerawat ke area lain.

    Menyentuh, menggosok, meremas, atau memencet luka jerawat, juga bisa memasukkan lebih banyak bakteri ke dalam lesi. Alhasil, menyebabkan infeksi lebih lanjut pada jerawat. Sebab, memencet jerawat dapat mendorong bakteri dan kotoran lebih jauh ke dalam kulit. Sehingga, jerawat bisa kembali lebih parah dari sebelumnya.

    Maka dari itu, bicarakan dengan dokter tentang luka besar atau luka yang berada jauh di bawah kulit. Hal ini untuk mengetahui cara menghilangkannya dengan aman.

    2. Memilih pembersih yang tepat

    Banyak sabun biasa yang memiliki keasaman, atau pH, yang terlalu tinggi. Jenis ini dapat mengiritasi kulit, membuat jerawat semakin parah. Pilih pembersih, pembilas, dan pencucian dengan pH yang mendekati pH alami kulit. Tingkatannya, sekitar 5,5 untuk mengurangi risiko timbulnya jerawat dan menyembuhkan luka.

    3. Menggunakan perawatan kulit bebas minyak

    Produk berbahan dasar minyak atau berminyak dapat menyumbat pori-pori. Selain itu, juga meningkatkan risiko tersumbatnya pori-pori dan membentuk luka jerawat.
    Cari produk perawatan kulit dan kosmetik berlabel oil-free atau non-comedogenic. Produk tersebut memiliki kandungan bahan yang memungkinkan pori-pori wajah bernapas.

    4. Tetap terhidrasi

    Menjaga tubuh tetap terhidrasi sangatlah penting. Sebab, akan mempermudah penyembuhan luka jerawat dan mengurangi risiko wabah secara keseluruhan.

    Saat kulit kering, dapat dengan mudah teriritasi atau rusak, mengakibatkan timbulnya jerawat. Menjadi terhidrasi juga memastikan sel kulit baru berkembang dengan benar saat luka sembuh.
    Tidak ada standar asupan air harian yang direkomendasikan karena kebutuhan air setiap orang berbeda-beda. Hal ini bergantung pada usia, seberapa aktif mereka, suhu, dan kondisi medis apa pun.

    Sementara itu, hingga saat ini banyak otoritas kesehatan merekomendasikan minum antara enam dan delapan gelas air mineral setiap hari.

    5. Mengurangi stres

    American Academy of Dermatology mencantumkan stres sebagai kemungkinan penyebab munculnya jerawat. Sebab, stres menyebabkan kadar hormon androgen meningkat.
    Sementara androgen menstimulasi folikel rambut dan kelenjar minyak di pori-pori. Sehingga, meningkatkan risiko timbulnya jerawat.

    Berikut kiat untuk mengelola stres:

    - Berbicara dengan keluarga, teman, dokter, atau orang lain yang mendukung
    - Tidur yang cukup (untuk orang dewasa, tidur malam sekitar 6-8 jam)
    - Makan makanan yang sehat dan seimbang serta menghindari terlambat makan
    - Berolahraga secara teratur
    - Membatasi konsumsi alkohol dan kafein
    - Berlatih pernapasan dalam, yoga, kesadaran, atau meditasi



    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id