Covid-19 Bisa Menempel di Luar Masker Anda Selama 7 Hari?

    Kumara Anggita - 12 April 2020 18:46 WIB
    Covid-19 Bisa Menempel di Luar Masker Anda Selama 7 Hari?
    Sebuah laporan baru yang diterbitkan di The Lancet mengatakan virus menular masih bisa bertahan di lapisan luar masker hingga tujuh hari. (Foto: Dok. Medcom.id/Sandra Odilifia)
    Jakarta: Saat ini, semua orang yang keluar rumah baik sakit atau tidak sakit harus menggunakan masker untuk mengurangi risiko terkena covid-19. Anda bisa menggunakan masker berbahan kain yang digunakan sebagai pelindung.

    Namun perlu diingat bahwa Anda tidak bisa sembarangan menggunakan masker kain ini karena virus bisa saja menempel di luar masker tersebut dalam beberapa hari. Karena itu, Anda perlu mencucinya.

    Vartika Puranik dalam Huffpost memaparkan, para peneliti telah memelajari berapa lama virus bisa hidup di berbagai permukaan. 

    Sebuah laporan baru yang diterbitkan di The Lancet mengatakan virus menular masih bisa bertahan di lapisan luar masker hingga tujuh hari. "Yang mengejutkan, tingkat terdeteksi dari virus menular masih bisa ada pada lapisan terluar masker bedah pada hari ke-7," tulis para peneliti dalam artikel Puranik dalam "How To Clean A Fabric Coronavirus Face Mask And How Often."

    Mereka juga menyimpulkan bahwa berbagai disinfektan dapat digunakan untuk membunuh virus korona baru untuk membersihkan masker dengan benar. Pastikan Anda selalu mencucinya dengan bersih setelah menggunakannya dari luar.

    Covid-19 Bisa Menempel di Luar Masker Anda Selama 7 Hari?
    (Vartika Puranik dalam Huffpost memaparkan, para peneliti telah memelajari berapa lama virus bisa hidup di berbagai permukaan. Dan yang mengejutkan, tingkat terdeteksi dari virus menular masih bisa ada pada lapisan terluar masker bedah pada hari ke-7. Jadi, cuci dengan detergen selesai Anda memakainya dari luar. Foto: Dok. Medcom.id/Sandra Odilifia)

    Apakah masker ini rentan terhadap virus?

    Puranik menulis masker buatan sendiri dari kain jelas rentan terhadap virus, namun tentunya pelindung ini tetap berguna. Mengenakan masker mengurangi konsentrasi partikel virus yang dapat dihirup dari percikan, yang pada gilirannya mengurangi transmisi covid-19. Namun sayangnya bahan ini bisa membawa virus pula.

    “Kain katun tidak dirancang untuk sepenuhnya menyaring partikel virus dalam rentang nanometer. Namun, itu bisa sangat membantu bagi individu tanpa gejala yang biasanya tidak mengenakan apa-apa,” kata Rodney Rohde, associate dekan untuk penelitian di College of Health Professions di Texas State University.

    Dimitar Marinov, asisten profesor di Medical University of Varna, mengatakan kepada HuffPost bahwa hingga 97 persen partikel virus di udara dapat dengan mudah menembus masker kain.

    "Inilah sebabnya kami menyarankan penggunaan masker kain sebagai metode untuk melindungi orang lain tetapi tidak untuk perlindungan diri," tambahnya.

    Jadi, kenakanlah masker Anda dengan tepat dan disiplin. Pastikan pula untuk segera menghilangkan virus-virus yang bisa menempel di permukaan luar masker.

    Dalam keterangan Kemenkes melalui Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan masker yang terbuat dari kain tersebut lebih dari 65 persen efektifitasnya dapat mencegah penularan virus. 

    Selain menggunakan masker kain, pencegahan virus ke dalam tubuh harus juga dibarengi dengan pola hidup bersih dan sehat.

    Hal terpenting pertama ialah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, setidaknya selama 20 detik dan sesering mungkin. Dan cuci dengan detergen masker kain selesai Anda pakai dari luar.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id