Alergi Air: Gejala dan Jenisnya

    Raka Lestari - 04 Februari 2020 08:12 WIB
    Alergi Air: Gejala dan Jenisnya
    Ilustrasi-Pixabay
    Jakarta: Alergi memiliki berbagai jenis, mulai dari alergi debu sampai alergi tanaman. Namun ternyata, ada juga jenis alergi terhadap air meskipun memang hal tersebut jarang terjadi.

    Reaksi terjadi ketika tubuh melepaskan histamin ketika terkena air di kulit. Dan alergi tersebut bisa muncul ketika sedang mandi, berenang, atau dalam beberapa kasus hanya dengan minum air.

    Jika Anda alergi terhadap air, kemungkinan Anda akan didiagnosis dengan salah satu dari dua kondisi, yaitu aquagenic urticarial atau aguadenic pruritus. Urticarial adalah istilah medis untuk ruam kulit atau gatal-gatal yang muncul. Sedangkan pruritus berarti gatal atau sensasi kulit yang tidak nyaman.

    “Yang terakhir (pruritus aquagenik) umumnya lebih parah,” jelas Sapna Palep, MD, seorang dokter kulit bersertifikat di Spring Street Dermatology di New York City.

    Dilansir dari Women’s Health, hanya ada sekitar 50 hingga 100 kasus aquagenic urticarial yang dilaporkan dalam literatur medis. Tetapi mungkin ada lebih banyak orang yang hidup dengan itu, terutama di negara-negara terbelakang.

    Kebanyakan kasus aquagenic urticarial bersifat sporadis dan tidak memiliki penyebab mendasar yang jelas. Tetapi ada kemungkinan bahwa itu disebabkan karena faktor genetik.

    Pada pasien dengan aquagenic pruritus, ada pelepasan histamin dari sel mast (sel penambah kekebalan dalam jaringan ikat Anda yang mengingatkan tubuh akan zat asing seperti bakteri. Atau alergen yang kemudian memacu reaksi alergi yang ditandai dengan gatal, pembengkakan, atau terbakar.

    Pada umumnya, dokter tidak memerlukan pengujian untuk memberikan diagnosis alergi air terhadap pasien. Akan tetapi jika pasien tidak yakin, dokter dapat memberikan tes yang disebut tes provokasi air untuk menentukan apakah mereka memiliki alergi air. Tes ini melibatkan pemberian air suhu kamar pada kain ke kulit pasien dan mengawasi pasien dengan cermat apakah ada reaksi atau tidak.

    Untuk pasien dengan aquagenic pruritus, gejala eksternal yang mungkin dialami di antaranya adalah gatal, nyeri, dan terbakar. Sedangkan pada pasien dengan aquagenic urticarial, air dapat menyebabkan ruam penuh dengan gatal-gatal dan bekas yang terlihat. Reaksi itu bisa berlangsung secara langsung, tetapi biasanya terjadi dalam 20 hingga 30 menit sejak kulit bersentuhan dengan air.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id