Alkohol dapat Mencegah Penularan Virus Korona

    Raka Lestari - 05 Februari 2020 13:25 WIB
    Alkohol dapat Mencegah Penularan Virus Korona
    Ilustrasi-Pexels
    Depok: WHO sudah menetapkan novel coronavirus (2019-nCov) sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) per 30 Januari 2020. Itu karena adanya peningkatan kasus yang signifikan dan kasus konfirmasi di beberapa negara lain.

    Meski masih belum ditemukan vaksinnya, ada beberapa cara untuk menghindari penularan Virus Korona tersebut. Salah satunya dengan menggunakan alkohol.

    “Virus korona dapat dilumpuhkan dengan alkohol pada kadar tertentu dan cairan disinfektan yang mengandung klorin, hydrogen peroksida, disinfektan, kloroform dan pelarut lipid,” ujar dr. R. Fera Ibrahim, M.Sc., Ph.d., Sp. MK(K), Spesialis Mikrobiologi RSUI, dalam acara Media Briefing terkait Corona Virus, di kawasan Universitas Indonesia, Depok.

    Dokter Fera juga menambahkan bahwa selama 20 menit setelah mendidih alkohol dapat digunakan ke peralatan atau pakaian yang digunakan di daerah tempat virus tersebut, yang memang berpotensi mewabah.

    “Penggunaan alkohol sebanyak 75 persen juga dapat digunakan ke kulit. Sterilisasi juga alat yang memerlukan perendaman dan dipanaskan hingga 100 derajat celcius, Dapat dilakukan untuk peralatan kecil, mainan tertentu, botol bayi, dan lain-lain,” tuturnya.

    Alkohol dapat Mencegah Penularan Virus Korona
    Media Briefing terkait Corona Virus, di kawasan Universitas Indonesia, Depok. (Foto: Raka/Medcom.id)

    “Selain itu, sinar ultraviolet alamiah seperti sinar matahari dan udara bersih yang mengalami pertukaran melalui ventilasi ruangan juga efektif untuk membersihkan virus. Termasuk virus corona,” tambah dr. Fera.

    Seperti diketahui, belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini. Namun, gejala yang disebabkan oleh virus ini dapat diobati. Walaupun virus ini memiliki risiko kematian, namun angkanya masih rendah dibandingkan orang yang terjangkit dan kemudian sembuh.

    Untuk mencegah penyakit, termasuk penyakit yang diakibatkan oleh virus (baik virus corona maupun virus lainnya) masyarakat dihimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS).

    “Dan jangan lupa, perhatikan etika saat batuk dan bersin. Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu saat bersin dan batuk,” ujar dr. Raden Rara Diah Handayani, Sp. P(K), dokter spesialis paru RSUI.

    “Jika tidak memiliki tisu, gunakan lengan dalam baju saat bersin atau batuk. Jangan gunakan tangan untuk menutup mulut dan hidung. Jangan meludah sembarangan atau membuang dahak sembarangan. Segera buang tisu yang telah dipakai ke dalam tempat sampah. Segera bersihkan tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir atau dengan cairan antiseptik berbasis alkohol,” tutup dr. Diah.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id