Flu Babi Jenis Baru (G4) Berpotensi Menular antara Manusia?

    Raka Lestari - 01 Juli 2020 09:00 WIB
    Flu Babi Jenis Baru (G4) Berpotensi Menular antara Manusia?
    Para peneliti studi menemukan adanya lima kasus pada manusia yang berkaitan dengan flu babi jenis baru ini di Tiongkok. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Para ilmuwan menemukan virus flu babi jenis baru yang bernama G4 yang berpotensi menular antara manusia ke manusia. Virus ini mengandung campuran bahan genetik, termasuk jenis virus H1N1 yang pada tahun 2009 lalu menyebabkan pandemi.

    Tubuh manusia masih belum memiliki kekebalan terhadap virus jenis baru, meskipun memang virus baru ini belum ditemukan dapat menyebar dari manusia ke manusia, menurut temuan studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

    Beberapa virus influenza sebenarnya dapat menular dari babi ke manusia, tetapi pada umumnya tidak menyebar dari manusia ke manusia, dikutip dari Science. 

    Para peneliti studi juga menemukan adanya lima kasus pada manusia yang berkaitan dengan jenis virus ini, dua diantaranya berada di lingkungan yang memang memelihara babi. Para ahli masih belum bisa menyimpulkan apakah virus G4 akan mengarah ke pandemi berikutnya. 

    Martha Nelson, seorang ahli biologi evolusi di U.S. National Institutes of Health’s Fogarty International Center, mengatakan, “Kemungkinan jenis virus ini dapat menyebabkan pandemi masih cukup rendah, tetapi virus ini bisa saja mengejutkan hasilnya,” ujar Nelson. Ia juga menunjukkan bahwa sampel tersebut masih belum cukup untuk bisa memberikan penilaian yang tepat.

    "Kita perlu mewaspadai risiko ini sehingga kita dapat mulai mengambil langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus tersebut dari sekarang, selagi virus tersebut masih menyebar diantara babi,” ujar Melinda Rostal, seorang ahli epidemiologi dokter hewan dan ahli penyakit zoonosis di EcoHealth Alliance.

    “Penting bagi orang untuk mengetahui dan mengingat bahwa virus influenza tetap berpotensi menyebabkan pandemi, bahkan di masa pandemi covid-19 yang masih belum usai ini,” tambah Rostal. "Hasil penelitian ini harus ditindaklanjuti oleh dokter hewan dan pejabat kesehatan masyarakat di Asia dan kita harus menyadarinya."

    Robert Webster, mantan peneliti influenza dari St. Jude Children’s Research Hospital juga menambahkan, “Kami belum tahu apakah pandemi dari virus ini akan terjadi atau tidak sebelum memang benar-benar terjadi,” katanya. “Masih belum ada yang mengetahui,” tutupnya.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id