Mengapa Dokter Kandungan Menyarankan KB Spiral?

    Sunnaholomi Halakrispen - 15 Mei 2020 12:05 WIB
    Mengapa Dokter Kandungan Menyarankan KB Spiral?
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Salah satu metode Keluarga Berencana (KB) ialah dengan KB spiral, baik itu yang hormonal atau yang menggunakan tembaga. KB spiral ini terbilang aman, bahkan sejumlah dokter kandungan menyarankan pasiennya menerapkan metode tersebut.

    "Karena tingkat kegagalannya cukup rendah. Ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa tingkat kegagalannya satu di antara seratus orang (yang kemungkinan hamil), bahkan 0,2 sampai 0,8 persen saja. Sehingga dikatakan metode yang paling efektif adalah KB spiral," ujar dr. Stella Shirley M, Sp.OG dalam live instagramnya bersama dr. Muhammad Yusuf, Sp.OG.

    Sementara dr. Yusuf, menambahkan, pasien yang tidak hamil dari penggunaan spiral tersebut ialah sekitar 99 orang. Kemudian, dari faktor ekonomi juga berpengaruh. Meskipun, saat pembayaran awal terbilang lebih mahal jika dibandingkan dengan metode kontrasepsi lain.

    "Tapi kalau kita akumulasi selama lima tahun penggunaan itu jauh lebih ekonomis dibandingkan kalau menggunakan pil atau suntik. Bayangkan kalau setiap bulan Anda datang ke dokter kandungan atau bidan setiap bulan atau tiga bulan sekali untuk suntik atau untuk mendapatkan pil KB," papar dr. Yusuf.

    Bisa dibayangkan berapa banyak uang yang dikeluarkan dan dari sisi waktu yang akan Anda habiskan. Ia menekankan bahwa saat menggunakan spiral, Anda hanya butuh satu tahun sekali untuk kontrol ke dokter kandungan.

    "Saya bilang ke pasien saya kalau KB spiral itu pasang dan lupakan. Kalau pil akan teringat terus setiap malam harus minum pil. Tanggal suntik atau enggak. Jadi menurut saya kurang praktis," aku dr. Stella.

    Apalagi bagi orang-orang yang memiliki jam kerja tidak menentu atau padat. Seperti halnya profesi dirinya sebagai dokter spesialis kandungan yang jadwalnya bisa berubah dengan mendadak, tiba-tiba saja ada yang melahirkan. Maka sangat praktis untuk pakai KB spiral tembaga.

    Di sisi lain, KB spiral dengan tembaga tidak perlu dikhawatirkan bahannya soal karat. Sebab kalau karatan, pasti terjadi penumpukan bakteri yang tidak normal di mulut vagina yang selanjutnya akan menimbulkan nanah luar biasa dan mengakibatkan infeksi di dalam rahim.

    "Kalau sudah begitu kasusnya, rahimnya pun harus diangkat. Berapa juta orang yang menggunakan spiral dan tidak ada yang mengalami hal seperti itu. Selama pemasangannya benar dan kontrol setiap tahun," pungkas dr. Yusuf.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id