Menkes Ungkap Rencana Evakuasi WNI di Diamond Princess

    Sunnaholomi Halakrispen - 21 Februari 2020 16:23 WIB
    Menkes Ungkap Rencana Evakuasi WNI di Diamond Princess
    Menkes Terawan (Foto: Hafidz Mubarak/Antara)
    Jakarta: Sebanyak 74 WNI (Warga Negara Indonesia) di Kapal Pesiar Diamond Princess di Pelabuhan Yokohama Jepang, telah menyelesaikan masa observasi. Mereka dinyatakan tidak terinfeksi virus corona COVID-19.

    Untuk itu, Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, mengungkapkan adanya rencana pemulangan atau evakuasi WNI. Ia menekankan bahwa berbagai opsi masih dibahas dengan kementerian terkait, sebagai rencana pemulangan WNI tersebut. Semua akan disiapkan, namun harus juga ditanyakan kepastian para WNI itu. Apakah ingin pulang ke Tanah Air atau tidak?

    "Kalau ingin pulang kan jadi pengangguran. Loh dia kan kerja itu di dalam kapal digaji terus. Kalau nanti dia ternyata ingin pulang dan sebagainya, jangan sampai nanti sudah saya jemput sampai sana enggak mau pulang, terus ya gimana?" ujar Terawan di Dexa SIte Cikarang, Bekasi, Jumat, 21 Februari 2020.

    Terdapat sejumlah pertimbangan terkait pemulangan para WNI. Terawan menyatakan, harus ada kerelaan. Kemudian, harus mengingat segala mitigasi yang bisa direncanakan. Begitu juga pertimbangan lainnya, yang menunggu keputusan dari pemerintah.

    "Kami menunggu keputusan dari pemerintah, dari semua. Terutama pemerintah kita dengan Jepang bagaimana, tentu itu kan tidak gampang," paparnya.

    Terkait dengan observasi seperti yang dilakukan kepada 238 WNI dari Wuhan, ke-74 WNI di Kapal  Diamond Princess masih menunggu keputusan lanjutan.

    "Jadi semuanya itu ya tetap mengikuti perintah, kalau belum ada perintah jangan mengada-ngada," jelas Terawan.

    Menkes Ungkap Rencana Evakuasi WNI di Diamond Princess
    Kapal pesiar Diamond Princess. (Foto: AFP/Philip Fong)

    Sementara itu, total dari 78 WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) di Kapal Diamond Princess dinyatakan empat orang positif virus corona COVID-19. Jika ke-74 WNI yang terindentifikasi negatif dipulangkan ke Indonesia, berdasarkan ketentuan WHO (World Health Organization) harus diobeservasi selama 14 hari.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy telah menyatakan pemulangan dikhususkan untuk ABK WNI yang dinyatakan negatif COVID-19. Sedangkan, empat WNI yang positif COVID-19 dirawat intensif di Jepang.

    Pemerintah belum bisa memutuskan mekanisme penjemputan WNI menggunakan pesawat komersil atau pesawat militer. Keputusannya tengah dirapatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    "Kemungkinan (di Natuna). Tadi kami sudah mengajukan beberapa opsi kepada Bapak Presiden, dan akan dipertimbang kan," kata Muhadjir di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Februari 2020.

    Meskipun jumlah korban tewas mencapai di atas 2.000, tercatat 16.446 pasien berhasil sembuh dari penyakit ini. Seorang warga negara Indonesia (WNI) di Singapura yang sebelumnya dikabarkan terinfeksi dikonfirmasi sudah sembuh. Sedangkan empat WNI di Jepang yang diketahui terinfeksi korona, tengah dirawat di dua rumah sakit berbeda.

    KRI Soeharso Siap Evakuasi 74 WNI di Jepang




    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id