Sunscreen dan Hal yang Perlu Anda Ketahui

    Sunnaholomi Halakrispen - 21 Juni 2020 12:00 WIB
    Sunscreen dan Hal yang Perlu Anda Ketahui
    Sunscreen atau tabir surya wajib digunakan ketika berada di luar ruangan untuk menghindari efek buruk matahari. (Foto: Dok. Muhammad Faris/Unsplash.com)
    Jakarta: Produk sunscreen atau tabir surya wajib digunakan ketika berada di luar ruangan untuk menghindari efek buruk matahari. Akan tetapi, ada beberapa harapan yang keliru dari penggunaan tabir surya pada kulit.

    Dikutip dari The Healthy, salah satunya Anda berharap seluruh tubuh Anda terhindari dari matahari ketika menggunakan tabir surya. Padahal, sebelumnya Anda perlu menutupi lebih dari lengan, kaki, dada, dan punggung Anda dengan tabir surya. 

    Cheryl Gustafson, MD, Kepala Residen Dermatologi di Emory University dan juru bicara Skin Cancer Foundation, mengatakan bahwa ia sering kali melihat pasien terpapar kanker kulit pada area yang biasanya tidak dijumpai. Seperti area kulit kepala, telinga, bibir, leher depan dan belakang, punggung tangan, serta kaki bagian atas. 

    Kanker sel basal atau skuamosa yang merupakan kanker yang menyebar lambat di lapisan luar kulit, paling sering memengaruhi daerah-daerah tersebur karena sering terpapar sinar matahari. Maka dari itu, jika berharap tabir surya mengahalang sinar matahari dari kulit, gunakan yang memiliki SPF tepat.

    Selain itu, digunakan kembali setiap 90 menit hingga dua jam. Walaupun ada tabir surya khusus untuk kulit kepala, Anda juga bisa menggunakan yang berbentuk semprotan atau mengoleskannya.

    Kemudian, Anda berharap tabir surya efektif membuat kulit tidak menghitam saat berenang, namun Anda salah menerapkannya. Langkah terbaik ialah memakai tabir surya di rumah sebelum Anda keluar rumah, agar memberi kulit Anda waktu untuk menyerap tabir surya.

    Selain itu, Anda berpikir bahwa semua tabir surya adalah sama. Pada kenyataannya, tidak sama. Sebab, tabir surya kimia dibuat dengan bahan-bahan seperti oxybenzone, avobenzone, dan octyl salicylate (octisalate), yang menyerap sinar ultraviolet dan mengubah panjang gelombang untuk mencegah kerusakan kulit. 

    Sedangkan tabir surya fisik, biasanya seng oksida atau titanium dioksida, sebenarnya menghalangi sinar matahari dengan memantulkan cahaya menjauh dari tubuh Anda. Tabir surya fisik cenderung lebih hipoalergenik dan lebih baik untuk kulit sensitif karena seng oksida dan titanium dioksida adalah molekul besar yang tidak diserap. 

    "Tapi tabir surya fisik lebih berantakan ketika dipakai di kulit tubuh," papar Dr. Polcari.

    Sementara itu, ada beberapa kontroversi tentang keamanan tabir surya kimia, yang beberapa orang mengatakan dapat memicu alergi atau mengganggu hormon. Meskipun, sebagian besar ahli kulit percaya produk itu sangat aman jika diterapkan sesuai petunjuk. 

    "Tabir surya kimia jauh lebih mudah ketika digunakan ke kulit tubuh," jelasnya.

    Harapan lainnya, Anda merasa aman meskipun tidak selalu menggunakan tabir surya dengan spektrum luas. Padahal, nomor SPF pada botol tabir surya adalah ukuran seberapa baik produk itu dapat melindungi kulit terhadap sinar UVB, bukan UVA. 

    "Banyak tabir surya tidak melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk melindungi kulit terhadap UVA," ucap John G. Zampella, MD, dokter kulit di NYU Langone Health. 

    "Carilah botol yang bertuliskan spektrum luas, yang menunjukkan formula juga akan melindungi terhadap sinar UVA. Namun, keefektifan suatu produk dalam menyaring sinar UVA umumnya hanya sekitar sepertiga dari SPF-nya. Jadi, jika Anda mendapatkan tabir surya dengan SPF 30, ia mungkin hanya memiliki perlindungan UVA yang setara sekitar 10, dan itu hanya jika botol tersebut mengatakan spektrum luas," tambahnya. 

    Jika Anda merasakan hal yang tidak nyaman saat memakai suscreen ada baiknya mengonsultasikannya dengan dokter spesialis kulit dan kelamin.


    (TIN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id