Batasi Balita dari Paparan Layar Berbasis Teknologi

    Dhaifurrakhman Abas - 16 Februari 2019 13:48 WIB
    Batasi Balita dari Paparan Layar Berbasis Teknologi
    Batasi Balita dari Paparan Layar Berbasis Teknologi (Foto: gettyimages)
    Jakarta: Apakah Anda sering memberikan izin ketika balita merengek ingin menyaksikan acara TV ataupun menggunakan gawai? Jika iya, sebaiknya Anda mulai mengurangi kebiasaan tersebut.

    Sebab, membiarkan balita terpapar layar elekronik dapat menunda perkembangan keterampilan bahasa dan kemampuan bersosialisasi mereka. Meski hanya sekadar dibiarkan untuk menyaksikan film ataupun bermain video game.

    Hal ini diungkapkan sebuah studi yang dituangkan ke dalam JAMA Paediatrics, Kanada. Dalam studi, para peneliti melakukan survei terhadap 2.500 balita berumur dua hingga lima tahun, yang memiliki masalah dalam perkembangan keterampilan yang buruk.

    Studi berlangsung dari 2011 hingga 2016 ini meminta para orang tua mengisi kuesioner tentang kebiasaan anak mereka pada usia dua, tiga dan lima tahun. Pada usia dua tahun, anak-anak menonton sekitar 17 jam waktu layar per minggu.

    Kebiasaan menyaksikan layar meningkat menjadi sekitar 25 jam seminggu saat anak berada pada usia tiga tahun. Lantas turun menjadi sekitar 11 jam seminggu pada usia lima tahun ketika anak-anak mulai sekolah dasar.

    "Ketika anak-anak kecil mengamati layar, mereka mungkin kehilangan peluang penting untuk berlatih dan menguasai keterampilan penting lainnya," kata Sheri Madigan, akademisi dari department of psychology, University of Calgary.

    Madigan bilang, kebiasaan menyaksikan layar secara teori bisa menghalangi interaksi sosial terhadap lingkungan sekitar. Menghabiskan waktu menatap layar juga dapat membatasi waktu anak-anak untuk berlari, memanjat, dan mempraktikkan keterampilan fisik lainnya yang berguna buat perkembangan motorik anak.

    Lantas, penelitian ini seolah mebjawab perdebatan tentang berapa lama waktu yang aman untuk anak-anak dalam menggunakan gawai dan teknologi berbasis layar.

    Studi ini tidak membuat rekomendasi tentang batas umur yang tepat dalam memperkenalkan teknologi berbasis layar pada anak. Hanya saja, menurut panduan American Association of Paediatrics '(AAP) pada waktu layar mengatakan anak-anak di bawah 18 bulan diharapkan untuk menghindari penggunaan media layar selain dari obrolan video terhadap orang tuanya.

    Ketika beranjak usia 24 bulan, anak boleh diperkenalkan pada media digital. Namun orang tua harus memilih program berkualitas tinggi, dan menontonnya bersama anak-anak.

    Hal ini agar orang tua dapat membantu anak dalam memahami apa yang mereka lihat. Sedangkan untuk anak usia dua hingga lima tahun, batasi penggunaan layar satu jam per hari. Tekankan tontonan pada program berkualitas tinggi.

    Anak sudah bisa menonton pada usia enam tahun ke atas. Hanya saja, orang tua diharapkan dapat menempatkan batas yang konsisten agar bisa memastikan waktu menyaksikan layar tidak menghalangi tidur dan aktivitas fisik.

    (ELG)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id