Olahraga Kardio Baik untuk Tingkatkan Metabolisme

    Sri Yanti Nainggolan - 31 Agustus 2018 15:46 WIB
    Olahraga Kardio Baik untuk Tingkatkan Metabolisme
    Ilustrasi (Foto: tkdhub.co.uk)
    Jakarta: Jika kebanyakan orang memilih olahraga kekuatan untuk membakar kalori, maka para peneliti menyarankan olahraga kardio (olahraga beban) untuk memperlancar metabolisme. 

    Para peneliti dari University of Copenhagen memeriksa perbedaan antara tingkat produksi hormon pada sekelompok partisipan yang menyelesaikan latihan kekuatan dan program latihan beban sebagai perbandingan. 

    Studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Investigation Insight tersebut melibatkan 10 pria muda sehat yang dibagi menjadi dua kelompok, menyelesaikan latihan kekuatan atau latihan beban sekali seminggu.

    Mereka yang melakukan kardio melakukan olahraga sepeda sementara mereka yang melakukan latihan kekuatan melakukan program berbasis beban yang terdiri dari lima latihan, yang masing-masing harus diulang 10 kali. Olahraga tersebut dirancang untuk mengembangkan otot utama seperti dada, bisep, trisep dan paha depan.

    Setelah menyelesaikan latihan, yang berlangsung masing-masing 60 menit, sampel darah diambil selama periode empat jam untuk mengukur kadar asam laktat, empedu, gula darah, dan tingkat hormon yang berbeda di dalam tubuh mereka.

    Analisis penelitian menunjukkan bahwa mereka yang bersepeda mengalami peningkatan produksi hormon FGF21 yang signifikan, yang memberikan banyak efek positif pada metabolisme seseorang. Metabolisme adlaah proses dimana tubuh mengubah makanan menjadi energi.

    Meningkatkan metabolisme membuat semakin banyak kalori yang dibakar saat istirahat, sehingha membantu meningkatkan penurunan berat badan.

    Mereka yang berlatih di sepeda latihan memiliki tiga kali lebih besar peningkatan produksi FGF21 dibandingkan dengan mereka yang melakukan latihan kekuatan, yang tidak mengalami perubahan khusus berkaitan dengan produksi hormon tertentu.

    "Tentu saja sangat menarik bagi kita para peneliti untuk melihat bagaimana berbagai bentuk aktivitas fisik benar-benar mempengaruhi tubuh secara berbeda," komentar co-author Christoffer Clemmensen, profesor dari Novo Nordisk Foundation Center for Basic Metabolic Research.

    "Kami telah mengetahui tentang efek berbagai bentuk pelatihan pada hormon yang lebih terkenal seperti adrenalin dan insulin untuk waktu yang lama, tetapi fakta bahwa latihan kekuatan dan latihan kardio mempengaruhi hormon FGF berbeda adalah baru bagi kami," tambahnya.

    Clemmensen menjelaskan bahwa hasil tersebut bisa digunakan sebagai obat untuk memerangi diabetes, obesitas dan gangguan metabolisme lainnya; jika lebih berfokus meneliti potensi FGF21.

    "Fakta bahwa kami mampu meningkatkan produksi diri melalui pelatihan itu menarik," tutupnya.





    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id