Ternyata Pasien 'Silent' Covid-19 Lebih Banyak dari Perkiraan

    Sunnaholomi Halakrispen - 03 Juni 2020 15:05 WIB
    Ternyata Pasien 'Silent' Covid-19 Lebih Banyak dari Perkiraan
    Ilustrasi-Unsplash
    Jakarta: Sebuah studi menunjukkan bahwa jumlah orang yang terinfeksi dengan virus korona baru tetapi tidak memiliki gejala mungkin jauh lebih tinggi daripada yang diyakini. Lebih dari 80 persen dari mereka yang dites positif untuk infeksi tidak memiliki gejala. Demikian menurut penelitian yang diterbitkan online 27 Mei di jurnal Thorax.

    Temuan ini bisa menjadi penting ketika pembatasan wilayah mulai dilonggarkan, dan mereka menyoroti perlunya data yang akurat tentang berapa banyak orang di seluruh dunia yang telah terinfeksi. Hal itu disampaikan oleh Alan Smyth, kepala editor dalam studi terkait.

    Studi ini berfokus pada kapal dengan 128 penumpang dan 95 awak yang meninggalkan Argentina pada pertengahan Maret untuk pelayaran 21 hari yang direncanakan di Antartika. Perjalanan dimulai setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan virus korona baru sebagai pandemi global.

    Penumpang yang dalam tiga minggu sebelumnya berada di negara-negara di mana tingkat infeksi coronavirus tinggi tidak diizinkan naik. Semua penumpang yang diizinkan naik diperiksa suhunya sebelum keberangkatan, dan kapal memiliki banyak stasiun pembersih tangan terutama di ruang makan.

    Setelah kasus demam pertama dilaporkan pada hari ke-8 pelayaran, langkah-langkah pengendalian infeksi segera dilaksanakan. Termasuk membatasi penumpang ke kabin mereka. Juga tentang penggunaan peralatan pelindung pribadi oleh anggota kru yang melakukan kontak dengan penumpang yang sakit.

    Kapal tiba di Uruguay pada hari ke-13, di mana delapan penumpang dan kru akhirnya memerlukan evakuasi medis ke rumah sakit untuk masalah pernapasan terkait covid-19. Pada hari ke 20, semua 217 penumpang dan kru yang tersisa diuji untuk virus korona baru.

    Lebih dari setengah (59 persen) dinyatakan positif. Namun, 81 persen dari mereka yang dites positif tidak memiliki gejala.

    Temuan menunjukkan bahwa tingkat infeksi new coronavirus pada kapal pesiar cenderung diremehkan secara signifikan. Penumpang pun harus dipantau setelah meninggalkan kapal untuk mengurangi risiko penyebaran virus oleh masyarakat.

    Para peneliti juga mengatakan bahwa tingkat potensi hasil negatif palsu yang tinggi yang diperoleh dengan tes usap (swab test) saat ini menunjukkan perlunya pengujian sekunder.

    "Sulit untuk menemukan perkiraan yang dapat diandalkan dari jumlah pasien positif covid-19 yang tidak memiliki gejala, tetapi tingkat 1 persen yang disarankan oleh WHO pada awal Maret jauh lebih rendah daripada yang ada di kapal pesiar dalam penelitian ini," ujar Smyth dikutip dari WebMD.

    "Ketika negara-negara berkembang dari lockdown, suatu proporsi yang tinggi dari orang yang terinfeksi, tetapi tanpa gejala, dapat berarti bahwa persentase populasi yang jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan mungkin telah terinfeksi covid-19," tambahnya.

    Ia khawatir tentang apakah orang yang telah terinfeksi, kebal terhadap virus corona baru. Temuan itu menekankan kebutuhan mendesak akan data global yang akurat tentang berapa banyak orang yang telah terinfeksi hingga saat ini.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id