Dr. Yusuf: Youtuber Bebas Berpendapat tapi Jangan Remehkan Kasus Covid-19

    Sunnaholomi Halakrispen - 17 Mei 2020 20:25 WIB
    Dr. Yusuf: Youtuber Bebas Berpendapat tapi Jangan Remehkan Kasus Covid-19
    Saat ini tengah ramai dibicarakan kasus dari content YouTube yang sebelumnya ada dalam acara #GritteBukaPraktek. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Perspektif setiap orang di media sosial bisa tersebar luas hingga ke seluruh dunia. Apalagi jika disampaikan oleh Influencer, YouTuber, atau Celebgram. Namun jika terkait protokol kesehatan kasus covid-19, seharusnya tidak diganggu-gugat.

    "Kalau saya bilang bebas berpendapat, boleh apabila kita punya data yang bisa dipertanggung-jawabkan," ujar Dr. Muhammad Yusuf. SpOG (K). Onk kepada Medcom.id.

    "Tapi apabila isu yang ingin kita kontroversikan itu punya data yang sudah sangat valid, tidak bisa dibantahkan, dan sudah bisa diterima oleh seluruh orang di dunia, jangan coba-coba menggunakan data kamu yang minim untuk berdebat dengan data yang valid tadi," tambahnya.

    Dokter yang turut menangani pasien covid-19 itu pun menekankan bahwa para Influencer yang berada di manapun, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, seharusnya justru ikut berperan positif soal kasus covid-19. Dalam hal ini, menjadi mitra baik untuk menenangkan masyarakat. 

    "Tolong gunakan follower kalian itu menjadi bargaining power untuk membantu masyarakat saat pandemi ini. Jangan gunakan follower itu hanya untuk urusan perut kalian (mendapatkan uang). Ketika follower hanya digunakan untuk perut, maka otak dan perasaan itu enggak akan nyambung," tegasnya.

    Sebaliknya, apabila dengan menggunakan rasionalisasi berpikir, maka konten yang akan dikreasikan tidak hanya untuk keperluan perut. Melainkan, ada sikap positif yang tercermin, yakni etika, sopan santun, empati, kualitas konten, begitu juga pendapatan atau uang.

    "Sekarang orang kan hanya mikir terkait agar viral saja, viewersnya banyak," ucapnya.

    Contohnya, ketika konten YouTube menyebarkan pandangan meremehkan bahaya covid-19, tidak perlunya memakai masker saat keluar rumah, hingga tidak dibutuhkannya cuci tangan saat sebelum maupun setelah makan. Terkait hal itu, kata Dr. Yusuf, akan ada dampak terburuk bagi kesehatan mereka, tinggal tunggu waktunya. 

    Selain itu, apabila hanya membuat konten YouTube tanpa memikirkan impact ke depan, akan berpengaruh pada kepercayaan publik terhadap akun YouTube tersebut. Bahkan, berisiko fatal hingga ke ranah hukum.

    "Dampak terburuk terkait legalitas konten, kita bisa analisis di Undang-undang ITE. Apa yang mereka sampaikan itu kan tidak benar, bisa mengarah ke pidana, gugus tugas covid-19 juga sebagai lembaga yang sudah dipercayakan Presiden untuk menangani wabah ini. Mereka otomatis akan bergerak. Saya percaya deh kalau Bareskrim Polri sedang melacak jejak digital yang ada. Saya percaya banget mereka sedang memantau," pungkasnya.

    Dr. Yusuf: Youtuber Bebas Berpendapat tapi Jangan Remehkan Kasus Covid-19
    (Gritte meminta maaf melalui channel YouTube miliknya. Foto: Dok. YouTube Gritte Agatha)

    Meminta maaf

    Sementara di sisi lain, Indira Kalistha dan Gritte Agatha yang terlibat dalam percapakan dalam acara #GritteBukaPraktek sebelumnya, sama-sama meminta maaf dalam laman media sosial mereka. 

    Dalam Instagram milik Indira yaitu @indirakalistha tampak ia memasang layar hitam disertakan caption "Saya Indira Kalistha, meminta Maaf untuk semua," tulisnya.

    Dan di waktu yang sama, 16 Mei 2020 melalui channel YouTube Gritte Agatha, ia juga mengutarakan permintaan maaf kepada semua. 

    "Selamat sore, saya Gritte Agatha. Sebagai content creator, saya telah menghasilkan ratusan video. Selalu saya sampaikan bahwa tujuannya adalah mengedukasi dan menginspirasi. Saya Gritte Agatha juga seorang manusia, dari ratusan content timbullah satu content yang dianggap banyak orang tidak bersimpati atau tidak menghargai apa yang terjadi saat ini," katanya.

    "Dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf kepada seluruh orang yang merasa tersinggung, marah, ataupun bersedih atas content yang saya upload. Saya meminta maaf," sambung Gritte lagi.

    "Saya sadar betul bahwa sekarang kita sedang bersama-sama memerangi covid-19, tidak pernah sekalipun ada niatan saya untuk meremehkan atau menganggap enteng pandemi ini. Saya telah mentake-down video saya agar tidak berkepanjangan. Sekali lagi, atas hati yang tersakiti saya memohon maaf. Semoga dengan kejadian ini saya menjadi content creator yang lebih memberikan manfaat lagi dan menjadi manusia yang lebih baik lagi. Terima kasih," pungkas Gritte. 





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id