Tips Melindungi Diri dari Bahaya Sinar Matahari saat Pandemi

    Sunnaholomi Halakrispen - 18 Juni 2020 13:00 WIB
    Tips Melindungi Diri dari Bahaya Sinar Matahari saat Pandemi
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Dalam keseharian apalagi di tengah pandemi covid-19, manusia membutuhkan asupan vitamin D yang bisa didapatkan dari berjemur. Namun di satu sisi, pancaran sinar matahari memiliki bahaya bagi kulit.

    Agar kerusakan kulit tidak terjadi, lakukanlah perlindungan. Salah satunya, dengan menjadikan kebiasaan menggunakan tabir surya atau sunscreen sebagai pelindung matahari.

    Meskipun 76 persen orang Amerika setuju bahwa perlindungan matahari penting, hanya 41 persen yang melaporkan secara teratur menggunakan tabir surya ketika berada di luar ruangan.

    "Kenakan tabir surya setiap hari karena jika Anda melakukan ini, Anda tidak akan pernah tertangkap tidak siap," tutur Dr. Rebecca Baxt, MD, dokter kulit di Paramus, New Jersey, dikutip dari The Healthy.

    Ini adalah kegiatan tanpa perlu berpikir jika telah menjadi kebiasaan. Selain itu, Anda akan dilindungi dalam semua kemungkinan pancaran sinar matahari yang datang melalui kaca depan saat Anda mengemudikan mobil.

    Di lain sisi, mungkin Anda dilema tentang manfaat vitamin D yang didapatkan secara alami dari sinar matahari. Vitamin D dikenal sebagai vitamin sinar matahari karena tubuh kita memproduksinya ketika terkena sinar matahari.

    "Tidak ada keraguan bahwa vitamin D penting untuk kesehatan dan kesejahteraan Anda secara keseluruhan," kata Dr. Orit Markowitz, MD, profesor dermatologi di Mount Sinai Medical Center di New York City.

    Namun nyatanya, paparan sinar matahari tanpa perlindungan akan memiliki dampak buruk. Seperti meningkatkan risiko kanker kulit dan penuaan dini.

    "Mendapatkan vitamin D bisa dari suplemen, bukan hanya dari matahari. Anda mungkin juga ingin menambahkan lebih banyak makanan kaya vitamin D ke dalam diet Anda," tuturnya.

    Selain itu, melindungi diri dari sinar matahari juga perlu dilakukan dengan masker. Penutup wajah adalah kewajiban dalam kenormalam baru di Amerika Serikat dan akan berlaku dalam waktu dekat akibat adanya kasus covid-19.

    Tetapi, kata Dr. Markowitz, kebanyakan masker tidak memberikan perlindungan dari sinar matahari. Ia menyatakan bahwa kaus katun putih memiliki SPF 7 atau lebih rendah. Karena banyak masker wajah tidak lebih tebal dari kaus, sehingga wajah Anda tidak akan mendapatkan banyak perlindungan dari sinar matahari.

    "Akan terlihat aneh jika bagian bawah wajah Anda terkena sinar matahari dan bagian atas tidak. Anda bisa memakai pelembap yang tebal di bawahnya untuk dilapisi dengan masker, menghindari kerusahan atau iritasi kulit atau jerawat berlebih," ujar Dr. Markowitz.

    "Jika Anda berada di luar ruangan dan mengenakan masker non-medis, pemblokir fisik seperti zinc oksida dan titanium dioksida tidak akan menghalangi pori-pori dan menawarkan lapisan perlindungan terhadap iritasi kulit juga," tambahnya.

    Selain menggunakan tabir surya, ada banyak cara untuk melindungi kulit Anda dari radiasi UV daripada sunscreen ataupun sunblock. Di antaranya, perlengkapan seperti topi atau penutup kepala yang dirancang khusus.

    "Topi dengan pinggiran lebar sangat penting untuk melindungi kulit kepala Anda dari kanker kulit. Duduk di tempat teduh, terutama pada jam-jam ketika sinar matahari paling kuat, juga membuat perbedaan," tuturnya.

    Sebuah payung atau tenda menyediakan satu ton perlindungan, tidak ada bahan kimia dan tidak ada aplikasi tambahan yang diperlukan.

    "Pakaian juga SPF bahkan hanya kemeja atau celana yang lebih tebal, dapat melindungi kulit Anda dari sinar matahari. Maka satu-satunya kulit Anda yang terbuka adalah di wajah, leher, dan punggung tangan," paparnya.

    (FIR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id