Perbedaan Pneumonia dan Covid-19

    Raka Lestari - 17 Maret 2020 11:21 WIB
    Perbedaan Pneumonia dan Covid-19
    Ini adalah perbedaan pneumonia dan covid-19. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jakarta: Pneumonia dan covid-19 adalah dua virus yang berbeda, namun mempunyai gejala yang hampir mirip. Gejala awal dari keduanya adalah demam, batuk, pilek, dan kesulitan bernapas. Akan tetapi, keduanya memiliki perbedaan terutama dari virus yang menjadi penyebabnya.

    Dr. Feni Fitrian, Sp. P(K), M.Pd.Ked, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan dari RS Pondok Indah – Bintaro Jaya menjelaskan, “Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut yang menyerang jaringan paru-paru akibat adanya mikroorganisme seperti virus, bakteri, parasit, dan jamur yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya pneumonia disebabkan oleh Streptococcus, Staphylococcus, dan Legionella,” ujarnya.

    “Sedangkan covid-19 ini bukan berasal dari virus biasa yang menyebabkan pneumonia. Virus yang menyebabkan covid-19 adalah novel Coronavirus (nCov) atau virus korona covid-19. Virus korona sebelumnya juga menyebabkan munculnya penyakit SARS dan MERS,” ujar dr. Feni.

    Perbedaan lainnya adalah pada vaksin. Menurut dr. Feni, untuk mencegah pneumonia ada beberapa vaksin yang bisa digunakan seperti Vaksin Pneumokokus (PCV atau PPSV23) dan Vaksin Hib. Sedangkan pada covid-19 belum ditemukan vaksin khusus untuk mencegah covid-19.

    “Gejala penyakit pneumonia akibat virus korona sebenarnya sama dengan pneumonia biasa. Penanganan segera dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan juga mencegah penularan terhadap orang lain,” tambahnya.

    Dr. Feni juga menyarankan pasien untuk segera ke dokter jika mengalami gejala di bawah ini:

    1. Demam dan infeksi saluran pernapasan dengan gejala batuk kering dan pilek

    2. Sesak dan kesulitan bernapas, juga lesu

    3. Pernah berkunjung atau tinggal di Wuhan, Tiongkok dalam beberapa minggu terakhir

    4. Pernah berkunjung ke negara-negara yang sudah terjangkit dalam beberapa minggu terakhir

    5. Memiliki kontak fisik atau telah berkomunikasi dengan seseorang yang positif covid-19

    6. Lebih khusus, pernah datang ke pasar hewan di negara terjangkit

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan tubuh.

    Caranya dengan mengonsumsi makanan kaya akan serat, vitamin, istirahat yang cukup, menggunakan masker bila beraktivitas di luar ruangan, dan mencuci tangan saat bepergian terutama ketika berkunjung atau kembali dari negara terjangkit.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id